Pemerintahan

Karut Marut Proyek Penataan Kolam Makale, Begini Kata Rekanan

TORAJADAILY.COM, MAKALE – Proyek penataan Kolam Makale ramai menuai sorotan masyarakat di daerah yang berjuluk Bumi Lakipadada. Hal tersebut wajar saja, mengingat kolam Makale merupakan wajah Ibukota Kabupaten Tana Toraja.

Publik mempertanyakan mengapa penataan kolam Makale yang dianggarkan Rp2,3 Miliar  tahun 2017 itu, pengerjaannya tak juga kunjung selesai hingga hari ini.

Torajadaily.com mencoba mencari titik terang dengan mengkonfirmasi ke pihak yang terlibat langsung dalam pengerjaan proyek tersebut. Salah satunya, Theofilus Limongan selaku perpanjangan tangan dari CV Indofontai, pabrik pemegang merek air mancur yang rencananya akan dipasang di kolam Makale.

“Jadi saya luruskan dulu, santer dikabarkan saya mensub pekerjaan itu. Jadi itu tidak benar seperti yang dikatakan bapak eakil bupati dalam apel pagi senin lalu. Yang ada adalah kontrak jual beli antara CV Indofontai dengan pemenang tender yakni CV. Agry Fores. Saya sudah jelaskan kepada bapak Wakil Bupati waktu dipanggil beliau,” aku Theo Selasa (13/3/2018).

Menurut Theo, air mancur belum dipasang pihaknya sebab pihak CV. Agry Fores belum membayar pekerjaan yang telah dilakukan. Sehingga pihak pabrik menahan pekerjaan karena tidak sesuai perjanjian yang di tandatangani oleh pihak kontraktor dengan perusahaan air mancur.

“Kendalanya sekarang, minggu ini pihak kontraktor baru membayarkan setengah, dari termin ke dua, pekerjaan air mancur, yang harusnya dibayar pada termin ke dua sebelum barang di pasang. Pekerjaan air mancur sudah mencapai progres 96 persen sebenarnya, namun pihak kontraktor baru membayarkan 52 persen. Jadi pembangunan air mancur berhenti karena pihak kontraktor belum memenuhi kewajibannya sesuai perjanjian kontrak. Seandainya lancar sesuai kontrak, air mancur dipastikan sudah dipasang sejak akhir januari lalu,” kunci Theo.

Terpisah, pihak CV. Agry Fores, Weny Palimbong saat dikonfirmasi mengaku hingga kini baru menerima termin senilai 45 persen.

“Waktu BPKP melihat langsung mereka bilang progres sudah 95 persen. Tapi kendalanya kami baru terima termin 45 persen,” beber Wenny singkat melalui WhatsApp.

Sebelumnya diberitakan terkait proyek terbengkalai di Tana Toraja, Perwakilan Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sulawesi Selatan masih memberikan tenggat waktu kepada rekanan untuk menyelesaikan paling lambat 30 Maret.

“Kita berterima kasih, karena BPKP masih memberi tenggat waktu untuk menyelesaikan proyek tersebut,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Tana Toraja, Y.D. Pamara. (Atj)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

To Top