Organisasi

PERBAKIN Tana Toraja, Minta Polisi Tindak Pemilik Senjata Angin Tanpa Dokumen

TODAY, MAKALE – Peristiwa penembakan dengan menggunakan senjata jenis airsoft gun yang terjadi di Toraja mendapat perhatian Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (PERBAKIN) Kabupaten Tana Toraja.

Menurut PERBAKIN, kepemilikan senjata jenis Air Gun dan Air soft gun di Toraja harus diperketat untuk mengantisipasi atau mengurangi penyalahgunaan senjata tersebut. Selain itu PERBAKIN Tana Toraja juga meminta pihak kepolisian dalam menindak setiap pemilik senjata Air Softgun dan Air Gun yang tidak memiliki dokumen resmi.

“Kepemilikan air gun dan air softgun kami dari PERBAKIN Tana Toraja akan memperketat aturan untuk mendapatkan dan pemilik senjata akan di data ulang untuk mengurangi penyalahgunaan barang tersebut, begitupun dengan langkah-langkah yang diambil kepolisian untuk menindaki penyalahgunaan senjata kami dari PERBAKIN mendukung hal tersebut,” kata Emil Mapaliey, Sekretaris Umum PERBAKIN Tana Toraja, Jumat (18/5/).

Lanjut Emil, “Maka dari itu, PERBAKIN Tana Toraja hadir untuk merangkul para pemilik Air Gun dan Air Soft gun untuk kita data ulang dan kalau perlu setiap anggota kita adakan tes psikologi. Tes tersebut berguna untuk mengetahui sejauh mana pemilik senjata tersebut layak dan tidak layak memilikinya,” jelasnya.

Ditambahkan Emil, PERBAKIN Tana Toraja juga siap bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memperketat ijin kepemilikan senjata tersebut. Bila ada pemilik senjata yang telah habis masa berlaku kartu kepemilikannya, kata Emil pihaknya bersedia mendata dan membantu kepengurusan Kartu Tanda Anggota (KTA) secara ketat.

“Hasil dari data tersebut PERBAKIN Tana Toraja akan menyerahkan kepada kepolisian untuk menjadi pegangan dalam  mengawasi pemakaian senjata yang tidak prosedural,” pungkasnya.

Untuk dikethui kasus penembakan sudah kali kedua terjadi di Toraja. Sebelumnya, pada bulan April lalu dan teranyar seorang remaja menjadi korban bernama Fredolin alias Dolin (16) remaja asal Ba’lele, Rantepao. Ironisnya, pelaku merupakan temannnya sendiri. (Ajhie Jie)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

To Top