Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Anak SD di Toraja Jadi Korban Cabul Tukang Ojek Berulang Kali

Published

on

alterntif text

TODAY, MAKALE – Daftar Anak Dibawah Umur yang menjadi Korban cabul di Daerah berjuluk “Tondok Lepongan Bulan, Tanah Matari’ Allo”, bertambah.

Kali ini korbannya merupakan seorang bocah Perempuan berusia 7 tahun berinisial HN.

Pelaku merupakan seorang Tukang Ojek berinisial HR, warga Mebali, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja. Parahnya perbuatan melawan hukum HR berumur 50 tahun itu telah dilakukannya berulang kali.

Kasus ini akhirnya terbongkar setelah korban berani mengadukan aksi bejad pelaku selama kepada keluarga pada 6 April 2019. Kala itu, sekira pukul 07.00 wita, korban diojek oleh HR menuju ke Sekolah. Namun dalam perjalanan HR malah mencabuli korban. Bahkan, korban diancam untuk tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapapun.

“Korban menceritakan kepada kami bahwa kejadian tersebut sudah berkali-kali dilakukan pelaku. Kami harap diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” ungkap Ns, Nenek korban saat melapor di Unit PPA Polres Tana Toraja.

Sementara itu, Pelaku kini mendekam didalam sel Mapolres Tana Toraja untuk menjalani proses hukum. Ia berhasil ditangkap Tim Unit Resmob Polres Tana Toraja tak jauh dari pangkalan ojek di Mebali pada Senin 8 April 2019.


Menurut Kanit Resmob, Ipda Iskandar, penangkapan terhadap diwarnai drama kejar-kejaran. Saat akan ditangkap, pelaku melakukan upaya perlawanan dan melarikan diri menggunakan motor.

“Setelah menerima laporan dari Orang Tua korban, kami langsung mencari pelaku ditempat dia biasa mangkal. Pada saat ia melintas dipangkalan ojeknya, pelaku langung tancap gas dan melarikan diri, kemudian saya meminjam motor warga setempat untuk mengejarnya. Pelaku terjebak macet hingga akhirnya berhasil ditangkap,” kata Iskandar.

Terpisah Kapolres Tana Toraja AKBP Julianto P. Sirait melalui Kasat Reskrim AKP Jon Paerunan, mengatakan bahwa maraknya kasus persetubuhan dan pencabulan anak dibawah umur di Tana Toraja dan Toraja Utara, hendaknya orang tua lebih serius dalam menjaga anak-anaknya dan berhati-hati terhadap orang yang baru dikenal.

“Kami menyarankan agar para orang tua lebih aktif menjaga anak-anaknya ditengah maraknya kasus persetubuhan dan pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur agar kejadian tersebut dapat diminimalisir. Disarankan agar mengantarkan sendiri anak-anaknya ke sekolah,” imbau Jon.

Atas perbuatannya, HR dijerat dengan Pasal 81 dan atau 82 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 atas Perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ia terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. (*)



alterntif text

Advertisement


alterntif text

Advertisement

Facebook

Trending