Connect with us

Pemerintahan

Angkot Mogok Operasi, Tukang Ojek Panen Rejeki

Published

on

TORAJADAILY.COM, MAKALE – Aksi mogok operasi para supir angkutan Umum (angkot) jurusan Makale-Rantepao membawa berkah bagi tukang ojek.


Jika sebelumnya, para tukang ojek di beberapa pangkalan kota Makale ini sepi penumpang, kini panen rejeki sebab, mendadak diserbu dipenumpang.

Tio, salah seorang tukang ojek yang mangkal di Tete Bassi menuturkan hanya dalam hitungan jam saja dia sudah mendapat pemasukan Rp200 ribu.

“Kemarin kemarin kalau jam segini paling banyak dapat Rp25ribu. Hari ini sudah Rp200 ribu,” ungkapnya kepada Torajadaily.com, Senin 11/12/2017.

Hal yang sama juga dialami Pong Tian tukang ojek lainnya. Ia rela mengangkut penumpang dari Makale menuju Rantepao dengan bayaran Rp30 ribu.

“Ya lumayan, ini sudah 3 kali pulang pergi,” katanya penuh semangat.

Sebelumnya, puluhan Kendaraan angkutan kota (angkot) jurusan Makale-Rantepao ini melakukan mogok dengan memarkir kendaraannya di pinggir jalan. Selain itu para supir juga berunjuk rasa di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tana Toraja.

“Kami mogok operasi! Kenapa banyak kendaraan plat gantung juga beroperasi, padahal tidak resmi,” ujar Dalle geram kepada tim penerima aspirasi DPRD Tana Toraja.

Dijelaskan Dalle, sejak beroperasi, angkutan pelat gantung sangat meresahkan para supir. Pasalnya, pendapatan para supir yang resmi tiap hari menurun drastis.

“Mereka tidak bayar pajak tapi bebas beroperasi. Kami menuntut keadilan. Pemmerintah harus turun dan menindak tegas angkutan pelat gantung,” pungkasnya. (Ima)


Advertisement
Advertisement
alterntif text
Advertisement

Facebook

Trending