Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Begini Perkembangan Penyelidikan Dugaan Kasus Korupsi di Burake

Published

on

TODAY, MAKALE – Penyelidikan kasus dugaan korupsi Penataan Kawasan Burake, salah satunya Jembatan Kaca diperkirakan tidak lama lagi bakal terang benderang. Setidaknya hal tersebut telah diisyaratkan Kapolres Tana Toraja, AKBP Julianto Sirait saat dikonfirmasi Torajadaily.com, Sabtu (4/8).


Orang nomor satu di Polres Tana Toraja itu menyatakan tim Polda telah siap datang ke Toraja terkait dugaan tindak pidana korupsi di objek wisata yang penataannya khusus jembatan kaca menghabiskan anggaran sebesar Rp3,9 Miliar itu.

“Burake kita juga sudah sampaikan perkembangannya di Polda dan timnya juga sudah siap datang kesini,” ucap Julianto yang ditemui usai acara Peringatan Hari Koperasi Nasional di Gedung Tammuan Mali’, Makale.

Ia menjelaskan penataan kawasan Burake merupakan salah satu kasus yang diduga terjadi tindak pidana korupsi dan sementara dilidik Polda Sulsel. Kendati begitu, Mantan Penyidik Bareskrim Mabes Polri itu enggan membeberkan secara rinci maksud kedatangan penyidik Polda Sulsel ke Toraja.


“Termasuk juga rencana-rencana (kasus) dugaan korupsi yang lain,” ujarnya.

Sebelumnya, melalui Kasat Reskrim AKP Jon Pairunan, Julianto mengungkap penetapan dua orang tersangka dalam kasus ganti rugi lahan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ratte Ayun di Kecamatan Rembon.

Diketahui dua orang tersangka yakni Mantan Kepala Dinas Pendidikan Tana Toraja, Yohanis Titting serta Makkawaru penerima ganti rugi.

Kasus ini bermula saat Dinas Pendidikan Tana Toraja menganggarkan ganti rugi lahan diatas bagunan SDN Ratte Ayun sebesar Rp260 juta pada Tahun Anggaran 2016. Dalam proses penyelidikan polisi menemukan lahan yang dibayarkan ganti rugi ternyata merupakan asset Pemda Tana Toraja lengkap sertifikat, yang sebelumnya telah dihibahkan keluarga Makkawaru.

“Jadi dugaan kerugian negara sebesar Rp250 juta,” kata Jon. (Atj)

Advertisement
Advertisement
alterntif text

Facebook

Trending