Connect with us

Pemerintahan

BNNK Tana Toraja Tingkatkan Kapasitas Penggiat P4GN dari Dunia Usaha Untuk Mendukung Kota Tanggap Ancaman Narkoba

Published

on

Kepala BNNK Foto Bersama Penggiat P4GN dari Dunia Usaha

TODAY, MAKALE – Setelah membekali Insan Media, BNNK Tana Toraja kembali mengadakan workshop peningkatan kapasitas untuk mendukung mewujudkan Kota Tanggap Ancaman Narkoba.

Kali ini para peserta berasal dari dunia usaha atau lingkungan swasta di Makale. Antara lain instansi Hotel, Bank, Koperasi serta Finance.

Kegiatan ini dihadiri sebanyak 25 peserta dengan menghadirkan empat orang pemateri.

Secara berurut materi pertama Pengembangan Karakter Penggiat
Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) oleh Pdt. Yonan Thadius lalu Kasat Narkoba Polres Tana Toraja AKP Gerianto Pabuang materi Aspek Hukum Penyalahgunaan Narkotika.

Kemudian materi Rencana Aksi P4GN Dina oleh Dina Gasong, dan ditutup dengan materi Kebijakan P4GN dalam mewujudkan Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba yang dibawakan langsung oleh Kepala BNNK Tana Toraja AKBP Natalya Dewi Tonglo.

Para peserta begitu antusias mengikuti jalannya kegiatan yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Dalam pidatonya Kepala BNNK Tana Toraja AKBP Natalya Dewi Tonglo menjelaskan melalui kegiatan workshop penggiat dunia usaha ini berharap para penggiat anti narkoba untuk mampu mengoptimalkan perannya sebagai agen perubahan yang mampu mengakomodasikan pelaksanaan tugas P4GN agar mampu meningkatkan ketahanan masyarakat dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

Kata dia, peran dunia usaha diharapkan mampu mengolaborasi dan memobilisasi sumber daya yabg dimiliki undtuk dapat ikut serta memperkuat kemampuan daerah dalam mengantisipasi, mangadaptasi, dan memitigasi ancaman dan P4GN.

“Instruksi Presiden nomor 2 tahun 2020 tengang rancana aksi nasional P4GN Tahun 2020-2024 hadir dalam rangka menjawab tantangan terhadap penyalahgunaan narkoba melalui rencana aksi yang terintegrasi ke seluruh instansi, baik tingkat pusat pun daerah. Melalui Inpres tersebut semua pemangku kepentingan dituntut untuk bersatu padu dalam program P4GN,” jelas Natalya.

Maka dari itu, lanjut Natalya BNNK Tana Toraja selaku sektor utama dalam penanganan permasalahan narkoba di Tana Toraja mengajak dunia usaha untuk turut serta dalam rencana aksi nasional P4GN.

“Saya mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kesedihan kita semua dalam mendukung kegiatan ini. Semoga ini dapat diterima dengan baik dan berjalan dengan baik demi mewujudkan masyarkat Indonesia khususnya Tana Toraja bebas dari penyalahgunaan narkoba,” tekan Dewi menutup pidatonya.

Sementara itu, Kepala Sub Koordinator Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Tana Toraja Junaedi Barapadang mengatakan para penggiat P4GN yang baru saja dikukuhkan bisa memulai dengan aksi di lingkungannya masing-masing terlebih dahulu.

“Misalnya seperti penerimaan karyawan, dimana setiap calon harus melengkapi diri dengan surat bebas narkoba. Atau bisa juga dengan kampanye melalui spanduk baliho,” ujar Junaedi usai workshop.

Ia juga berharap para peserta dapat menjadi perpanjangan tangan BNNK Tana Toraja dalam mengedukasi, memberikan informasi di lingkungannya maupun kepada masyarakat akan bahaya penyalahgunaan narkoba.

“Atau pun kalau ada yang dicurigai sebagai penyalahguna narkoba bisa langsung melaporkan kepada kami,” tandasnya.

Workshop ini sendiri ditutup dengan pengukuhan seluruh peserta menjadi penggiat P4GN yang dipimpin langsung oleh Kepala BNNK Tana Toraja AKBP Natalya Dewi. (Atjong)

alterntif text

Trending