Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Demo Kasus Dugaan Korupsi Siak, Format Desak Kejari Periksa Bupati Tana Toraja

Published

on

TODAY, MAKALE – Usai berunjuk rasa di Mapolres Tana Toraja, Forum Mahasiswa Toraja melanjutkan aksi dengan berorasi di Kantor Kejaksaan Negeri Tana Toraja, Senin (8/7).

Di kantor Korps Adyaksa ini, mahasiswa kembali menyoroti lambannya penanganan kasus dugaan korupsi Sistim Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) pada Dinas Kependudukan Kabupaten Tana Toraja yang telah dilaporkan sejak 2017 lalu.

Mahasiswa bahkan menantang Kejaksaan segera memeriksa Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae sebagai orang yang paling bertanggungjawab dalam kasus tersebut. Diungkap mahasiswa SK Parsial yang diterbitkan Bupati merupakan dasar terlaksananya kegiatan SIAK yang peruntukannya tidak sesuai aturan.

“Penanganan kasus dugaan korupsi SIAK ini sarat akan intimidasi kawan kawan. Tapi Kejaksaan jangan pernah takut, format selalu akan membackup dan selalu konsisten dalam mengawal. Bahwa yang kita tuntut Bupati Tana Toraja segera diperiksa, tapi sampai hari ini Bupati sebagai penanggung jawab atas keluarnya anggaran kegiatan SIAK, sampai sekarang belum diperiksa. Ini terindikasi terdapat permainan didalamnya,” ucap Korlap, Muh Taufik.

Sementara itu, menanggap desakan pengunjuk rasa, Kajari Tana Toraja, Jefri P. Makapedua, membantah jika pihaknya ada kong kalikong dalam penanganan kasus tersebut. Ia menegaskan proses penyidikan masih berjalan, namun terkendala dengan pemeriksaan banyaknya saksi sekaligus penerima dana SIAK yang harus diperiksa.


“Kasus ini masih berproses. Kendalanya banyak saksi sekaligus yang terima uang kita harus periksa. Belum lagi yang dipanggil tidak datang, bahkan ada sudah pindah,” ungkap Jefri.

Jefri menjelaskan penetapan Tersangka dalam proses penyidikan, tidak cukup hanya dengan alat bukti, tapi harus didukung dengan keterangan ahli, sebab alat bukti dalam kasus korupsi tidak sama dengan perkara biasa. Untuk itu, kata Jefri Dia menggandeng BPK atau Inspektorat karena mesti dilakukan investigasi.

“Penyidikan itu penegakan hukum. Dalam proses penyidikan, jika penyidik menemukan alat bukti dengan didukung keterangan ahli saya tidak akan ragu-ragu melakukan penuntutan. Yakin akan lanjut ke Persidangan seperti Kalem Bau,” tegas Jefri.

Sebelumnya, kedatangan belasan pengunjuk rasa ini disambut antusias oleh Kajari. Bahkan Ia menyemangati massa untuk berorasi sembari berkata, “Ayo semangat orasinya, nanti saya orasi juga ya. Saya juga mantan aktivis dulu,” ujarnya.

Terpisah, Kasi Intel Kejari Tana Toraja, Andi Ardi Aman yang dimintai konfirmasi mengatakan anggaran SIAK bersumber dari APBN dan APBD TA 2016 dengan total Rp 3,1 miliar. Andi menyebut 100 orang saksi yang sudah diperiksa terdiri dari rohaniawan, aparat Lembang hingga Kecamatan.

“APBD sebesar Rp900 juta lebihnya itu APBN. Sebagian anggaran dikembalikan karena tidak terserap,” ujar Andi. (Atj)


Advertisement
Advertisement

Facebook

Trending