Connect with us

Hukum & Kriminal

Di Kantor Polisi, Pelaku Pelecehan Adat Toraja Menangis Mohon Maaf

Published

on

Stefania bersama Iin Londong Allo di Mapolres Tana Toraja

TODAY, MAKALE – Usai dilaporkan, salah satu pelaku dugaan pelecehan adat Toraja, Stefania Putri Nida, memohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya atas apa yang telah dia lakukan. Itu diungkapkan Stefania di Polres Tana Toraja pada Sabtu malam (16/6).


Informasi yang dihimpun Torajadaily.com, Stefania datang ke Polres Tana Toraja didampingi kakak serta beberapa orang keluarganya.

“Iya, dihadapan polisi Stefania menyesal dan memohon maaf sebesarnya-besarnya kepada seluruh masyarakat Toraja,” kata Iin Londong Allo yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Iin yang juga pelapor kasus pelecehan adat Toraja ini menjelaskan bahwa Stefania mengaku salah dan khilaf atas perbuatannya.

“Dia mengaku Khilaf. Dan dia bersedia meminta maaf melalui media massa. Ternyata Stefania ini adalah siswa di salah satu Sekolah di Toraja Utara. Kejadian ini membuat dia Syok,” Jelas Iin.

Saat ditanya bagaimana tindak lanjut kasus tersebut, Ia mengatakan jika kepolisian masih akan berkoordinasi dengan tokoh adat.

“Menurut Kepolisian akan bertemu para pemangku adat,” pungkasnya.

Terpisah, Kapolres Tana Toraja AKBP Julianto Sirait saat dikonfirmasi terkesan enggan berkomentar atas kasus tersebut. Pesan yang dikirim redaksi Torajadaily.com, melalui WhatsApp hanya dibaca saja. (Atj)


Advertisement
Advertisement
alterntif text
Advertisement

Facebook

Trending