Connect with us
alterntif text

Peristiwa

Gempa, ini Yang Mesti Diwaspadai Warga di Mamasa

Published

on

TODAY, MAKALE – Ahli Geologi Universitas Hasanuddin (Unhas), Adi Maulana berharap warga di Mamasa mewaspadai tanah longsor menyusul Gempa Magnitudo 5,5 SR.


Ia mengimbau masyarakat Mamasa untuk tidak panik, apalagi mempercayai rumor munculnya Likuifaksi.

“Di Mamasa, ada satu sekmen yang namanya patahan Masupu yang sementara lagi aktif. Cuma untuk bahaya likuifaksi tidak terlalu mengancam di Mamasa, yang mengancam di Mamasa adalah tanah Longsor,” kata Adi Maulana dikutip Rakyatkucom, Selasa (6/11).

Menurutnya, rawan terjadi longsor karena di Mamasa terdapat batuan-batuan granit yang sudah lapuk tinggi. “Kalau likuifaksi insyaallah tidak terjadi disana, likuifaksi itu terjadi kalau materialnya tidak padu atau padat,” jelasnya.

Kepala Puslitbang Studi Kebencanaan Unhas ini juga mengimbau agar masyarakat yang ada di lereng-lereng untuk tetap waspada.

“Yang harus diwaspadai masyarakat di sana terutama yang tinggal di bawa lereng.  Mereka harus melihat apakah ada retakan-retakan, katakanlah di dinding-dinding jalan atau di tebing. Jika muncul retakan-retakan segera dilapor kepada pihak yang berwajib atau kemudian juga bisa siap-siap evakuasi jika terjadi longsor,” ungkapnya.

Gempa Magnitudo 5,5 SR pada 12 km Tenggara Mamasa-Sulbar dikedalaman 10 km terjadi pukul 02:35:53 Wita, Selasa (6/11). Getaran Gempa juga dirasakan warga Toraja.

Gempa kali kesekian ini tidak berpotensi terjadi Tsunami namun warga Mamasa memilih untuk keluar Rumah mengungsi dan memasang tenda di lapangan. (*)


Advertisement
alterntif text
Advertisement
Advertisement
alterntif text

Facebook

Trending