Torajadaily.com

Hukum & Kriminal

Dua Perempuan Tersangka Pengedar Pil PCC di Toraja Terancam Pidana Mati

TODAY, MAKALE – SHK dan LU dua wanita tersangka pengedar Narkoba jenis Karisoprodol (PCC) yang diamankan Badan Narkotika Nasinal (BNNK) Tana Toraja pada Kamis (12 April 2018), terancam hukuman berat. Pasalnya kedua pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 dan 112 ayat 2 dengan hukuman maksimal pidana mati.

“Atas perbuatannya, tersangka diancam hukuman maksimal pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun,” ujar kepala BNNK Tana Toraja AKBP Dewi Tonglo dalam siaran pers di Kantornya, Senin (16/4).

Dewi menjelaskan, Karisoprodol atau PCC adalah obat yang telah ditarik izin edarnya oleh oemerintah sejak tahun 2013 dan telah digolongkan sebagai salah satu Narkotika golongan 1 nomor urut 146. Hal itu tertuang dalam Permenkes RI Nomor 7 Tahun 2018 tentang perubahan penggolongan narkotika tanggal 6 Maret 2018.

Dengan dikeluarkannya Permenkes tersebut kata Dewi, Karisoprodol dinyatakan sama bahayanya dengan narkotika golongan 1 lainnya seperti Opium, Kokain, Ganja, Shabu.


“UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika pasal 8 menyebutkan bahwa narkotika golongan 1 dilarang untuk kepentigan kesehatan dan haya dapat digunakan untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” jelas Dewi.

Adapun beberapa obat yang mengandung Karisoprodol dan telah ditarik izin edarnya di Indonesia seperti, Carnophen, Rheumastop, Somadril, New Skelan, Carsipain. Selain itu juga Etacarphen, Cazerol, Bimacarphen dan Karnomed.

Dewi mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk waspada da peduli terhadap peredaran narkotika golongan 1 jenis Karisoprodol.

“Kasus meninggalnya 4 orang di Kendari tahun 2017 lalu dikarenakan penyalahgunaan PCC dapat dijadikan pembelajaran bahwa narkotika golongan 1 jenis karisoprodol ini sangat berbahaya. Sebagai contoh salah satu pelajar yang meninggal akibat mengkonsumsi 6 butir pil PCC dicampur minuman rasa jeruk,” harap Dewi.

Selain dua perempuan pengedar PCC, dalam siaran pers kali ini BNNK Tana Toraja juga mengungkap pentalahgunaan narkoba jenis Shabu. Dalam kasus ini BNNK Tana Toraja mengamankan seorsng supir angkot berinisial ZL.

“Terima kasih juga kepada Kapolres Tana Toraja, Dandim 1414 Tana Toraja serta seluruh masyarakat Toraja yang telah memberikan dukungan untuk mengugkap kasus peredaran narkotika ini,” kunci Dewi menambahkan. (Atj)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top