Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Dua Warga Balusu Babak Belur Dikeroyok 11 Pemuda Mabuk

Published

on

Personel Polsek Balusu Mendatangi TKP
alterntif text

TODAY, MAKALE – Minuman keras tak terkecuali Ballo’ jika dikonsumsi berlebihan bisa mendekatkan diri dengan masalah, sebab memicu penurunan konsentrasi dan kehilangan kendali diri.

Apabila dalam kondisi kehilangan kendali diri dapat menyebabkan seseorang mudah salah paham dan berujung pada terjadinya tindak pidana.

Contoh peristiwa di Lembang Lilikira Ao’ Gading, Kecamatan Balusu, Kabupaten Toraja Utara, Sabtu (10/8/2019) malam.

Akibat kehilangan kendali diri karena pengaruh ballo’, sekelompok pemuda yang berjumlah 11 orang mengeroyok 2 orang warga.

Korban yaitu Mikael Pane alias Pong Gery (38) dan Jepri Samoli alias Pong Alda (40).

Selain mengeroyok, pemuda mabuk tersebut juga melempari rumah, bahkan merusak kursi dan motor korban.


Kapolsek Sa’dan Balusu Iptu Lewi Tandiarrung menuturkan, kejadian bermula saat korban Mikael Pane
yang juga dalam pengaruh ballo’ memukul perut seorang remaja yang bernama Selo (14 tahun) karena menendang pagar rumah milik Jepri Samoli. Itu dilakukan Mikael karena perbuatan Selo dianggapnya tidak sopan.

Tidak terima dipukul, kata Lewi, Selo pun mengadu dengan mendatangi temannya yang sedang nongkrong minum ballo’ tak jauh dari lokasi pemukulan.

“Korban berada di dalam rumah bersama dengan Jepri Samoli didatangi dan dikeroyok beramai ramai. Mikael luka bengkak pada mata bagian kanan, sementara Jepri luka benjol pada bagian dahi dan sakit pada bagian belakang,” ujar Lewi, Minggu 11 Agustus 2019.

Diungkap Lewi pihaknya telah berhasil mengamankan 11 orang terduga pelaku pengeroyokan di Mapolsek Balusu. Mereka sementara menjalani pemeriksaan petugas.

“Pelaku atas nama Badae berteman 10 orang sedang jalani pemeriksaan, sementara satu orang lagi atas nama Selo sedang di cari untuk dihadirkan di kantor Polsek Sa’dan Balusu,” kata Dia.

Atas kejadian ini, Lewi mengimbau warga agar menkonsumsi ballo’ dalam batas kewajaran guna mencegah aksi kriminal tersebut terulang. (*)



alterntif text

Advertisement
Advertisement

Facebook

Trending