Connect with us
alterntif text

Peristiwa

Format Desak Kejati Periksa Bupati Tana Toraja

Published

on

TODAY, MAKASSAR – Forum Mahasiswa Toraja (Format) mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel menuntaskan kasus dugaan korupsi pengadaan Sistem Informasi, Administrasi Kependudukan (SIAK) di Kabupaten Tana Toraja.


Desakan itu disampaikan Format saat berunjuk rasa di Kantor Kejati Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (6/11).

Dalam aksinya massa membentangkan spanduk besar yang bertuliskan panggil dan periksa Bupati Tana Toraja.

“Kami Mendesak Kejati mengusut tuntas kasus dugaan korupsi pembangunan dan pengoperasian SIAK. Segera panggil dan periksa Bupati Tana Toraja yang diduga  terlibat,” ujar Korlap aksi, Muh.Taufik dalam rilis yang dikirimkan ke Redaksi Torajadailycom.

Taufik juga membeberkan hasil investigasi yang dilakukan Format yang menemukan kegiatan pembangunan dan pengoperasian SIAK anggarannya diduga dimark-up. Sebab, item pekerjaan yang sedikit tetapi jumlah anggarannya sangat besar.

Selain itu, menurut Taufik, kegiatan tersebut diduga tumpang tindih dengan program tugas pembantuan melalui DAK Non Fisik yang telah dialokasikan oleh Kementrian Dalam Negeri melalui Dirjen Dukcapil pada Tahun Anggaran sebelumnya.

“Diduga kegiatan pembangunan dan pengoperasian SIAK yang dilakukan berdasarkan SK Parsial Bupati Tana Toraja hanya untuk kepentingan perorangan dan kelompok tertentu saja. Bahwa peruntukan anggaran kegiatan tersebut diduga fiktif,” beber Taufik.

Taufik juga mengungkap, kasus dugaan korupsi SIAK, yang sebelumnya telah dilaporkan ke Kejari Tana Toraja beberapa waktu lalu, namun sayangnya mandek ditengah jalan. Padahal pihak Kejari sudah memanggil dan memeriksa berbagai pihak terkait kasus tersebut,” katanya

“Kurang lebih satu tahun lamanya laporan kasus dugaan korupsi pembangunan dan pengoperasian SIAK terparkir di meja Kejaksaan Negeri Tana Toraja. Kami juga mendesak Jamwas melakukan pengawasan terhadap jaksa yang menangani kasus ini, untuk memantau khusus proses penanganan kasus ini karena diduga dan berat sarat akan intervensi pihak-pihak tertentu untuk segera memanggil dan memeriksa Bupati Tana Toraja,” ungkap Taufik.

Usai berorasi para pengunjuk rasa pun diterima oleh pihak kejaksaan untuk berdialog.

Untuk diketahui program pengadaan SIAK bersumber dari APBD Tana Toraja, Tahun Anggaran 2016 senilai Rp3.180.000.000. (*)


Advertisement
alterntif text
Advertisement
Advertisement
alterntif text

Facebook

Trending