Connect with us
alterntif text

Peristiwa

Geram Tanahnya Diserobot, Pemilik Blokade Jalan Masuk Kantor PLN Makale

Published

on

TORAJADAILY.COM, MAKALE – Merry Barrang geram dengan ulah PLN Rayon Makale. Pasalnya, sebidang tanah peninggalan orang tuanya dengan sengaja dicaplok salah satu BUMN itu.
Tanah itu berada tepat di depan kantor PLN Rayon Makale dan sementara dikerjakan kontraktor untuk dijadikan jalan masuk kantor tersebut. Luas lahan Merry yang dicaplok panjang 50 meter dan lebar 5 meter.
“Ini tanah kami, tanpa sepengetahuan kami langsung dirabat beton. Tanah ini lengkap dokumennya. Jangan main serobot,” geram Merry yang hadir di lokasi bersama suaminya, Minggu 5 November 2017.
Merry juga menyesalkan sikap kepala Ranting Makale yang enggan bertanggung jawab kejadian itu. “Kata kepala Rayon, Dia tidak tahu. Dia bilang, yang tahu atasannya di Palopo,” bebernya.
Merry yang tidak terima diperlakukan demikian kemudian memblokade jalan tersebut dengan menunpauk material batu gunung diatas rabat beton. Hal ini sebagai peringatan untuk menghentikan pekerjaan rabat beton.
“Saya pernah undang PLN dan Pelaksana Proyek untuk ketemu membicarakan ini. Tapi apa, mereka sama sekali tidak punya itikad baik. Awalnya PLN minta tolong diberi jalan dan saya kasih. Tapi ini sudah kelewatan namanya,” jelasnya.
Blokade ini sendiri sempat diwarnai ketegangan antara keluarga Merry dengan pelaksana proyek. Beruntung dua orang anggota Polisi yang tiba di lokasi berhasil menenangkan dua kubu.
Aksi blokade ini sendiri menarik perhatian para pengguna jalan yang melintas di wilayah segitiga jam Makale.
Dikonfirmasi Kepala Rayon PLN Makale enggan menanggapi bahkan memilih bungkam. Pesan yang disampaikan Torajadaily.com via WhatsApp hanya dibaca saja. (*)



Advertisement
Advertisement
alterntif text

Facebook

Trending