Connect with us
alterntif text

Peristiwa

GTM Bantu Pengungsi Gempa Mamasa

Published

on

TODAY, MAMASA – Tim Gereja Toraja Mamasa (GTM) Peduli Kasih hadir ditengah-tengah para pengungsi korban dampak Gempa Mamasa dan memberikan bantuan logistik.


Posko GTM Peduli Kasih ini dipusatkan di Gedung GTM Jemaat Rante Kamase Sumarorong.

Sejak hari pertama terjadinya gempa bumi bermagnitudo 5,5 SR pada hari Selasa (6/11), masyarakat memilih mengungsi menjauh dari Kota Mamasa dan sekitarnya. Melihat kondisi tersebut, tim GTM Peduli Kasih bergerak cepat untuk penanganan pengungsi dampak gempa yang sebagian besar berada di Kecamatan Sumarorong. Khusus di Sumarorong dan Messawa, bantuan kepedulian yang didistribusikan hingga hari ke tiga ini berupa Beras 8 ton, minyak goreng, ikan kering, garam dan telur. Sebagian Tim juga bergerak diwilayah Mamasa, Balla, dan Tanduk Kalua’ untuk membagikan beras, indomie dan air mineral.

Gempa Mamasa sejak 6-8 November berkekuatan diatas rata-rata Magnitudo 5,1 SR yang disusul oleh beberapa getaran kecil berikutnya, semua itu benar-bebar dirasakan oleh warga sekitar sehingga para warga lebih memilih untuk mengungsi demi pertimbangan keamanan dan mengantisipasi untuk terjadinya gempa susulan yang lebih besar. Hingga kini jumlah total pengungsi sudah mencapai diatas 10.000 orang. Dari data Tim GTM Peduli Kasih, khusus di Sumarorong saja ada 8.255 orang, di Messawa 1.032 orang.

Fiktor Parantang selaku Sekretaris Umum Persekutuan Pemuda Gereja Toraja Mamasa (PPGTM) yang juga bagian dari Tim GTM Peduli Kasih mengatakan bahwa bentuk pelayanan ini adalah suatu kewajiban kita sebagai upaya saling meringankan beban saudara-saudara kita di tengah kondisi yang kurang baik, meskipun yang dilakukan tidak seberapa tapi setidaknya kita sudah berbuat untuk sesuatu yang positif.

“Kita juga mengharapkan selalu dukungan Doa dari kita semua agar Mamasa bisa cepat pulih kembali dan roda kehidupan bisa berjalan normal seperti dulu,” ujar Fiktor.

Ia menyaakan aksi peduli kasih tersebut akan terus dilakukan oleh Tim GTM dengan melihat kondisi di lokasi karena hingga saat ini masyarakat sekitar masih tetap bertahan di lokasi pusat posko tersebut. (*)


Advertisement
alterntif text
Advertisement
Advertisement
alterntif text

Facebook

Trending