Connect with us
alterntif text

EVENT

Gubernur Sulsel Dipatakinni La’bo’, Atraksi Budaya dan Kebangsaan Warnai Kemeriahan HUT Tana Toraja

Published

on

TODAY, MENGKENDEK – Puncak Perayaan Hari Jadi Toraja ke-771 dan HUT Kabupaten Tana Toraja ke-61 berlangsung meriah, Jumat (31/8). Berbagai atraksi seni budaya dipadukan aktraksi kebangsaan mewarnai kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Tana Toraja di lapangan Ge’tengan, Kecamatan Mengkendek.

Kegiatan ini mengangkat tema “Budaya Toraja Perekat Bangsa” dengan menitk berarkan pada salah satu tagline Pemkab Tana Toraja yakni “Jangan Biarkan Rakyatku Lapar”.

Kepada sejumlah Awak Media, Bupati Tana Toraja mengatakan bahwa tema yang diangkat pada acara tersebut merupakan sebuah penegasan bahwa di Toraja hubungan kekerabatan sangat erat.

Pj Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono Menari Bersama Bupati Tana Toraj, Nicodemus Biringkanae

“Bahwa di Tana Toraja tidak dikenal Islam, Kristen ya, tetapi semua itu harus dikenal dan disebut bagus untuk tanda kekerabatan keumata,  hubungan antara pemeluk agama itu harus disebut baik. Oleh karena itu yang ada di Tana Toraja Kristen, Katolik, Islam dan Aluk Todolo,” kata Nico.

Ia menjelaskan event yang diselenggarakan Pemkab Tana Toraja adalah bagaimana menghadirkan budaya Toraja yang diakaui dimana-mana yang harus tetap dilestarikan. Nico menyebut, Budaya Toraja harus tetap didorong untuk menjadi perekat masyarakat Tana Toraja sekaligus perekat bangsa.

Pj Gub Sulsel Soni Sumarsono Ditakinni La’bo’ oleh Wakil Bupati Tana Toraja, Victor Datuan Batara

“Kita lihat sekarang ini semua kegiatan direkatkan sehingga tercipta suatu kolaborasi yang bagus baik dari seni maupun kehadirian semua disini. Termasuk kehadiran Wartawan yang telah memberikan spirit untuk kegiatan ini. Saya bangga kepada kita semua, saya bangga kepada seluruh masyarakat Toraja dan diaspora. Mari semua rekatkan hati kita, bahu-membahu untum sama-sama membangun kabupaten Tana Toraja,” ujarnya.

Sementara itu, Penjabat Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono yang hadir bersama rombongan berharap Tana Toraja terus mengawal keindonesia.

“Saya harapkan dalam HUT ini Tana Toraja tetap terdepan dalam menjaga dan mengawal keindonesian. Karena seluruh warna, gerakan dan semangat Tana Toraja ini benar benar nuansa keindonesian,” harap Soni.

Soni juga berharap moment HUT ini usaha dalam mendatangkan pesawat guna mendukung kinerja Pariwisata di Toraja bisa terealisasi. Ia mengungkapkan, Tana Toraja yang sudah terkenal di dunia sangat luar biasa tapi tanpa dukungan transportasi akan menjadi hambatan.

Alat Musik Tradisional Suling

“Saya sebagai Pj Gubernur Sulawesi Selatan akan membantu berjuang untuk tranportasi udara kembali ke Tana Toraja,” ujarnya.

Tak lupa juga Soni yang mendapat gelar Adat Toraja yang bermakna “Kebanggaaan Sulsel Pelindung Semua Etnis” itu, mengajak seluruh masyarakat Tana Toraja khususnya melestarikan budaya bangsa, budaya Toraja. Pemberiaan gelar adat kepada Soni ditandai dengan pemasagan parang Toraja di pinggangnya (Dipatangkinni La’bo’) oleh Wakil Bupati Tana Toraja, Victor Datuan Batara.

“Generasi muda khusunya jangan pernah meninggalkan budaya terus apa yang ada saat ini dilestarikan budaya masyarakat Toraja yang sangat bagus ini. Saya salut Toraja, sukses selalu,” kata Dia.

Atraksi Kebangsaan

Puncak Hari Jadi Toraja dan HUT Kabupaten Tana Toraja yang berlangsung sejak pekan lalu itu menampilkan Seni budaya antara lain, Ma’suling, Pa’geso-geso, Tari Ma’gellu, Nondo, Ma’bugi. Kegiatan yang sejumlah tokoh penting di Sulsel itu juga megeskplor kegiatan adat penampilan Qasidah. Selain itu juga pameran Kuliner Tradisional Toraja serta hasil bumi Tana Toraja.

Hasil Bumi Tana Toraja

Disela-sela acara puluhan Alat pertanian bantuan Kementrian Pertanian juga diserahkan ke kelompok Tani. Tidak hanya itu sebagai kado ulang tahun Pemkab Tana Toraja mendapat bantuan obat obatan dari Pemprov Sulsel serta Mobil Ambulance dari Bank Sulselbar.

Acara ditutup dengan penampilan atraktif dari musisi kebanggana masyarakat Toraja, yaitu Tindoki Band. (Atj)

Trending