Connect with us

Pariwisata

Ingin Go Internasional, Bupati Gorontalo Belajar Pariwisata Religi di Tana Toraja

Published

on

Bupati Theofilus Allorerung dan Wabup Zadrak Bersama Bupati Gorontalo

TODAY, MAKALE – Objek Wisata Religi Burake (WRB) merupakan mahakarya Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung pada periode pertama, yakni 2010-2015.

Kawasan wisata yang terletak di Kelurahan Burake, Kecamatan Makale itu mulai dibangun tahun 2012 menghabiskan anggaran puluhan miliar.

Dalam beberapa tahun terakhir WRB telah mendunia dan kini menjelma sebagai ikon pariwisata Tana Toraja, bahkan Toraja secara umum.

Hal ini pulalah yang menjadi acuan bagi pemerintah daerah diluar Toraja datang belajar pengelolaan kepariwisataan. Salah satunya, yaitu Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo.

Dengan memboyong sejumlah kepala OPD Pemkab Gorontalo, Nelson melakukan kunjungan kerja ke Tana Toraja.

Ditemui di ruang pola kantor Bupati Tana Toraja, Nelson mengungkap tujuan kunjungannya daerah yang ke berjuluk Tondok Lepongan Bulan Tanah Matari’ Allo ini. Pariwisata Toraja kata Nelson bukan cuma nasional tapi sudah internasional.

“Kami terus mendorong pariwisata kami, kami bangga dengan Toraja. Kita ingin go internasional sama sama dengan Toraja,” ungkapnya.

Nelson yang diketahui merupakan salah satu tokoh deklarator pembentukan Provinsi Gorontalo itu juga menyebut ada tiga sektor yang dijajaki dalam kerja sama dengan Pemkab Tana Toraja. Yakni pariwisata berbasis religi, pertanian, serta pendidikan.

“Lebih spesifik pariwasata berbasis religi, pertanian khususnya
disini kan kopinya dan ternyata kota pendidikan juga, ada tiga perguruan tinggi besar. Kami juga punya wisata religi, mudah-mudahan kita sama-sama bisa berkembang. Saya sangat terhormat kalau nanti pak bupati bisa berkunjung ke Gorontalo,” urainya.

Nelson yang menyempatkan waktu berwisata ke WRB mengaku takjub akan panorama alam Toraja.

“Tidak sekedar patungnya, tapi juga alamnya. Alam kan diciptakan Tuhan, menikmati alam berarti kita menikmati religinya. Dengan begitu kita bisa meningkatkan keimanan kita,” kata Nelson saat ditanya soal WRB.

Baca juga:

Bupati Theofilus Allorerung Didaulat Ketua Panitia Kongres XXXVIII GMKI

Sebelumnya, Bupati Tana Toraja yang didampingi Wabup Zadrak Tombeg menyambut rombongan bupati Gorontalo memaparkan kekuatan pariwisata Toraja.

Ia memperkenalkan keunikan budaya Toraja, objek wisata tak terkecuali potensi wisata minat khusus. Lalu beberapa komoditi lokal Toraja, industri ekonomi kreatif, serta kehidupan sosial masyarakat yang menjunjung tinggi toleransi.

Menurut Theofilus membangun pariwisata harus fokus dan berkesinambungan.

“Harus fokus bangun satu persatu. Periode pertama saya dulu fokus bandara kemudian Burake, dan Agrowisata (Pango-pango),” katanya kepada bupati Nelson.

Theofilus juga mengaku bangga daerah yang dipimpinnya dijadikan rujukan pengelolaan pariwisata hingga dikunjungi Pemkab Gorontalo.

Ia menuturkan Pemkab Tana Toraja akan membuka diri bagi daerah lain yang akan menjalin kerjasama di bidang pariwisata.

“Sekarang ini mengelola kepariwisataan memang daerah tak bisa lagi independen, jadi harus membangun konektivitas membagi informasi soal pariwisata,” ujar mantan Kepala Inspektorat Sulsel ini.

Menggeliatnya kembali pariwisata Tana Toraja, ditegaskan Theofilus menjadi peluang yang dapat ditangkap secara kreatif oleh pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Apa yang menjadi kebutuhan pengunjung (wisatawan) ini yang ditangkap UMKM kita. Contohnya tenun ini banyak didapat di sentranya, tapi disini masih kurang,” pungkasnya. (Atjong)

Advertisement
1 Comment

1 Comment

  1. nama

    January 21, 2022 at 4:25 am

    Great job for publishing such a beneficial web site. Your web log isn’t only useful but it is additionally really creative too. เว็บ สล็อต เว็บ สล็อต

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending