Connect with us
alterntif text

Peristiwa

Insiden Rambu Solo’, Ini Klarifikasi Keluarga Kondorura

Published

on

TODAY, SESEAN – Keluarga besar Kondorura akhirnya buka suara terkait insiden memilukan saat Upacara Rambu Solo’ yang digelar di Tongkonan Batu, Lembang Parinding, Kecamatan Sesean Kabupaten Toraja Utara pada Jumat 15 April 2018 lalu.


Melalui rekaman video yang tersebar di Sosial Media yang berdurasi 1 menit 22 detik itu, pihak keluarga diwakili Zeth Salurapi’ mengklarifikasi insinden tersebut agar tidak menimbulkan beda persepsi dan pendapat di Media Sosial.

“Saya atas nama Zeth Salurapi selaku keluarga dari orang tua dan adik yang telah dipanggil oleh Tuhan ingin mengkalrifikasi apa yang terjadi menimpa keluarga kami.  Agar tidak beda pendapat dan beda persepsi bahwa kepergian adik kekasih kami adalah betul-betul musibah yang menimpa agar supaya di dalam Media Sosial tidak terjadi beda pendapat. Makanya sebelum orang tua dan saudara kami dikuburkan kami menyampaikan kepada kita semua, kami mengucapkan terima kasih atas segala dukungan doa buat keluarga kami yang ditinggal,” demikian klarifikasi keluarga.


Rencananya almarhum Berta Kondorura beserta anaknya Samen Kondorura akan dimakamkan hari ini.

Peti Jenazah Samen Kondorura Bersama Ibunda Tercinta Berta Kondorura

Diberitakan sebelumnya Tragedi itu bermula saat prosesi Ma’ Palao atau menurunkan Jenazah dari Rumah Tongkonan kemudian dinaikkan ke Lakkean berlangsung. Dalam prosesi ini, peti jenazah diangkat beramai-ramai dengan cara dipikul meniti anak tangga.

Namun saat tiba dipenghujung, tiba-tiba tangga yang terbuat dari bambu itu bergeser kemudian jatuh. Tak ayal peti jenazah dan warga yang berada diatas tangga pun ikut jatuh.

Naas bagi Samen saat jatuh ia tertimpa peti sang ibu tercinta tepat di kepalanya. Meski sempat dilarikan ke Rumah sakit Elim Rantepao namun nyawanya Samen sudah tidak dapat diselamatkan lagi. (Atj)

Advertisement
Advertisement
alterntif text

Facebook

Trending