Connect with us
alterntif text

Pendidikan

Jelang Hardiknas, Pertamina Mengajar dan Dukung Eco School Natsir

Published

on

TODAY, REMBON – Anak-anak di Rembon, Tana Toraja tampak ceria berkumpul di sekolah alam Eco School Natsir. Karena Selasa (01/05), mereka kedatangan kakak-kakak dari Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII.


Berbagai pekerja dari latar belakang operasi seperti Aviasi, Supply and Distribution, Health Safety Security & Environment (HSSE), Petrokimia dan IT mengunjungi Eco School Natsir untuk kegiatan Pertamina Mengajar serta penyerahan bantuan pendidikan. Kegiatan ini juga dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei 2018 bertema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”.

Eco School Natsir adalah sekolah alam non formal yang didirikan dan diasuh Natsir. Warga desa Rembon ini prihatin melihat kondisi anak-anak di desanya yang banyak putus sekolah. Sejak 2008, ia menggunakan tabungannya untuk membangun ruang kelas sekaligus perpusatakaan sederhana di kebunnya, mengumpulkan buku-buku, kemudian mulai mengajar anak-anak di desanya. Lambat laun, dedikasinya mendapat perhatian dari wisatawan-wisatawan mancanegara yang mengunjungi sekolah alamnya untuk menjadi relawan pengajar.

Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud menyebutkan di tahun 2016/2017, sekitar 2.550 anak-anak jenjang sekolah dasar di Sulawesi Selatan  tidak bersekolah. Sulitnya akses pendidikan dan rendahnya tingkat kesejahteraan menjadi penyebab generasi masa depan bangsa ini tidak dapat mengenyam pendidikan. Kehadiran sekolah non formal seperti Eco School Natsir ini, menjadi solusi alternatif.


Menyadari hal itu, Pertamina memberikan bantuan pendidikan kepada Eco School Natsir berupa perbaikan infrastruktur.

“Pertamina MOR VII memberikan bantuan awal berupa renovasi sarana dan prasarana pendidikan kepada sekolah alam Pak Natsir senilai 296 juta rupiah. Ke depannya, bersama Pak Natsir kita akan kembangkan juga pemberdayaan ekonomi lokal, pengolahan cokelat dan daur ulang sampah sehingga bernilai ekonomis,” ujar Roby Hervindo, Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII.

Pada 2017, Pertamina MOR VII merealisasikan bantuan bidang pendidikan melalui program bina lingkungan dan CSR di wilayah Sulawesi senilai 8,5 miliar rupiah. Selain pendidikan, tanggung jawab sosial dan lingkungan Pertamina juga menyasar bidang kesehatan, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Natsir mengapresiasi kunjungan para pekerja Pertamina untuk berbagi.

“Saya berterima kasih atas dukungan Pertamina. Kami berharap dengan dukungan pemda dan semua pihak termasuk Pertamina, ke depan desa kami bisa dikembangkan menjadi desa wisata. Meskipun di sini benih-benih tumbuhan kurang bisa tumbuh dengan baik karena tanah berbatu, namun harapan saya benih-benih pendidikan dan pengetahuan bisa tumbuh dengan subur di sini,” tutup Natsir. (Ajhie Jie)

Advertisement
Advertisement
alterntif text

Facebook

Trending