Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Jembatan Kaca Burake Retak, LSM Tantang Polda Sulsel Usut Tuntas

Published

on

TODAY, MAKALE –  Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Tana Toraja mendesak Polda Sulsel segera menuntaskan penyelidikan Penataan Kawasan Objek Wisata Religi Burake (WRB), termasuk retaknya Jembatan Kaca Burake.


“Kasus ini terang benderang terindikasi menimbulkan kerugian negara. Kami menantang Polda Sulsel segera tuntaskan penyelidikan,” tegas Ketua LSM LPRI Rasyid Mappadang, dalam diskusi di Warkop Gandrial Makale, Selasa (10/7).

Rasyid menjelaskan retaknya jembatan kaca menguatkan dugaan bahwa material kaca yang digunakan tidak sesuai dengan spesifikasi dalam RAB. Menurutnya, pihak terkait harus memberi penjelasan retaknya jembatan kaca

“Penataan kawasan Religi Burake harus diaudit. Kenapa bisa jembatan retak harus ada penjelasan konprehensip dari pihak-pihak terkait,” ujar Anak Bangsa, sapaan akrab Rasyid.

Hal yang sama dikemukakan Ketua LSM Barak, Morning Z. Taruktiku. Ia menegaskan sangat menyayangkan kejadian tersebut.

“LSM barak mendesak Polda Sulsel retaknya jembatan kaca harus diusut tuntas. Ini sangat fatal karena menyangkut keselamatan para pengunjung. Yang harus bertanggung jawab adalah Konsultan Perencana, Pengawas, PPK dan Rekanan,” jelas Morning.


Diketahui hingga kini Polda Sulsel masih melakukan penyelidikan proyek penataan kawasan objek wisata religi Burake. Diberitakan sejumlah Media di Makassar, Penyidik telah memintai keterangan sejumlah pihak berkaitan.

Penataan Kawasan Objek Wisata Religi Burake menelan anggaran sebesar Rp4 Miliar yang bersumber dari APBD TA 2017. Proyek ini dikerjakan oleh PT. Mari Bangun Persada Spesialis.

Retaknya jembatan kaca menjadi sorotan warga di Bumi Lakipadada. Pasalnya proyek yang pengerjaannya selesai pada januari 2018 itu telah menghabiskan anggaran miliaran rupiah.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Tana Toraja, YD Pamara sebelumnya telah membantah jika material kaca yang digunakan menyalahi spesifikasi. Kendati ia mengakui adanya keretakan namun Pamara tidak mampu menjelaskan waktu dan penyebab terjadinya keretakan.

“Tidak, itu (kaca) sudah sesuai spek. Kenapa bisa retak itu masih akan dianalisa oleh Konsultan dan Pelaksana. Jadi ini sudah kita tangani Dinda. Kaca pengganti telah dipesan di Surabaya,” jelas Pamara, Senin (9/7). (Atj)

Advertisement
Advertisement
alterntif text

Facebook

Trending