Connect with us
alterntif text

Parlemen

JRM Sosialisasi Nilai-Nilai Kebangsaan Kepada Ratusan Pelajar dan Mahasiswa di Dua Lokasi

Published

on

JRM Sosialisasi Nilai-Nilai Kebangsaan di SMKN 4 Tana Toraja
alterntif text

TODAY, MAKALE – Anggota DPRD Provinsi Sulsel Fraksi Golkar, Jhon Rende Mangontan melaksanakan sosialisasi Nilai-Nilai Kebangsaan mengusung tema “Hari Guru”.

alterntif text

Sosialisasi yang diadakan selama dua hari dari tanggal 27-28 November 2021, digelar di dua lokasi yang berbeda yakni.

Sosialisasi pertama di SMKN 4 Tana Toraja diikuti ratusan Siswa beserta para Guru SMKN 4 Tana Toraja.

Disini, JRM sapaan akrab Jhon menyampaikan pentingnya menumbuh kembangkan nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu yang bisa dilakukan dengan menghormati para guru yang merupakan pahlawan tanpa tanda jasa.

Ia mengatakan guru merupakan pahlawan yang bisa memfasilitasi untuk menjawab mimpi-mimpi kita.

“Jadi hormatilah gurumu sebab guru juga adalah pahlawan, guru juga adalah orang tua ke dua, tanpa guru kita tidak mampu mengambangkan ilmu pengetahuan, tanpa guru kita tidak cepat memahami apa yang perlu kita ketahui,” jelasnya.

JRM yang juga Ketua Bapera Sulsel menekankan, bahwa semangat juang para pelajar tak boleh runtuh. Menghadapi zaman sekarang ini yang perlu ditingkatkan adalah kedisiplinan.

alterntif text

“Jangan kita membohongi diri kita, mungkin kita beralasan saya mau belajar padahal lagi sibuk bermain sosial media. Dan tidak mungkin orang tuanya kalian berkata mudah-mudahan kalian lebih sengsara dari saya. Justru orang tuanya kalian ingin melihat kalian lebih dari mereka,” katanya.

Sosialisasi kedua dilaksanakan di wisma Bungin, Kellurahan Bombongan, kecamatan Makale. Ratusan mahasiswa antusias mengikuti jalannya sosialisasi.

Kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan protap kesehatan ini, dihadiri dua narasumber, yakni Lurah Bombongan, Sriyuti Andi Lolo dan Dosen PGSD UKI Toraja, Indarda Sangkung Panggalo, M.Psi.psikolog.

Pada kesempatan ini, Iindarda sangkung P. mengulas soal Guru. Menurutnya pendidikan yang sebenarnya adalah pendidikan karakter yang bisa didapatkan dari guru.

Ia mengungkap generasi saat ini telah sibuk dengan dunianya sendiri, dimana lebih sibuk dengan sosial media. Hal ini berdampak pada krisis karakter, minim karakter terhadap pelajar. Indri menekankan Guru tidak dapat tergantikan oleh apapun.

“Pendidikan karakter adalah pendidikan sebenarnya. Apa pun bisa kalian dapatkan dari internet tetapi apa yang tidak bisa kalian dapatkan adalah pendidikan karakter. Memangnya sosial media mengajarkan kalian tentang karakter? Sedangkan karakter itu terbentuk dengan adanya interaksi. Guru itu adalah diri kita sendiri karena kita bertanggung jawab sama diri kita. Pendidikan adalah tantangan kita semua,” katanya. (Devid)

alterntif text
alterntif text
alterntif text

Trending