torajadaily.com

Hukum & Kriminal

JS2T Kecam Kekerasan Empat Orang Jurnalis di Banyumas

FOTO : MERDEKA.COM

TORAJADAILY.COM, MAKALE –Lembaga Journalist Suporting Toraja Tourism (JS2T) mengutuk keras penganiayaan terhadap empat orang jurnalis oleh aparat di Banyumas, (Senin, 9/10/2017). Kekerasan itu terjadi saat keempat korban sedang melalukan tugas jurnalistik.

“Mengutuk keras penganiayan. Mereka (Jurnalis) sedang bekerja tapi malah dianiaya,” geram ketua JS2T Avelino Agustinus, 11/10/2017.

Dijelaskan Avelino, tindakan kekekerasan yang dilakukan aparat adalah sebuah pelanggaran di luar batas kemanusian. Apalagi, para korban sedang melakukan peliputan yang mana jelas dilindungi UU.

“Selain melanggar UU 40 tentang pers ¬†juga hak asasi manusia dan hak masyarakat untuk memperoleh informasi,” jelas Avelino yang juga pemimpin Redaksi karebatoraja.

“Mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus penganiayaan terhadap rekan kami,” tegasnya menambahkan.

Peristiwa penganiayaan sejumlah jurnalis terjadi di depan kantor bupati Banyumas. Saat itu keempat korban meliput pembubaran paksa aksi unjuk rasa penolakan pembangkit Listrik Tenaga Bumi (PLTB).

Dengan brutal sejumlah anggota kepolisian Polres Banyumas dan Satpol PP Pemkab Banyumas melakukan kekerasan fisik, berupa pemukulan dan pengroyokan terhadap empat orang jurnalis. Tidak hanya melakukan kekerasan fisik aparat juga merampas peralatan jurnalistik korban.

Empat orang jurnalis itu yakni wartawan dari Suara Merdeka (Agus Wahyudi), Satelitpost (Aulia El Hakim), Radar Banyumas (Maulidin Wahyu) dan Metro TV (Darbe Tyas).

Akibat penganiayaan itu Darbe Tyas mengalami luka memar di beberapa bagian tubuh, seperti dada, punggung dan tulang rusuk sebleh kiri. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top