Connect with us
alterntif text

Olahraga

Karena Lapar, Atlit Catur Tana Toraja “Babak Belur”

Published

on

TODAY, PINRANG – Gara-gara turun bertanding dalam kondisi perut kosong, Atlit Cabang Olahraga (Cabor) Catur Kontingen Tana Toraja gagal meraih medali.


Hal itu diungkapkan Pelatih cabor Catur Tana Toraja, Herman Pane.

“Makan siangnya (atlit) baru diantar tepat saat babak 4 dimulai, jadi atlit menahan lapar sampai babak 5. Nah di babak inimi kami babak belur karna atlit lapar,” ujar Pane kepada Torajadaily.com, Selasa (25/9).

Pane menjelaskan babak 4 dimulai pukul 02.00 wita kemudian disambung babak 5 pada pukul 15.00 dan selesai pada pukul 16.00 wita. Kata Pane atlit baru bisa makan usai babak 5 digelar.

“Nasi kami terima jam 1 lewat 55 (diantar Pak Katere’ sambil lari-lari) jadi sebenarnya seksi konsumsi juga kerja maksimal. Hambatan yang kami temukan Katering tidak faham jadwal tanding sehingga nasi datang ke sekret jam satu. Selain itu juga proses absen cabor di sekret dan proses pengantaran makanan,” jelasnya.


Pane berharap hal ini bisa menjadi pelajaran untuk porda berikut.

“Berikan uang makan kepada masing-masing manajer tiap cabor. Jangan lagi ada yang berfikir dapur umum, kecuali kalau Porda di hutan,” harapnya.

Sementara itu Ketua Pelaksana Porda Tana Toraja, Eric Crystal Ranteallo yang dikofirmasi mengatakan keterlambatan pengantaran konsumsi kepada atlit catur dikarenakan kondisi lalu lintas yang padat hingga sulit tiba pada tepat waktu.

“Diantar tapi memang terhambat macet. Jadi terlambat diterima atlit,” ujar Crystal yang juga Kepala Dinas Pemuda Olaharaga Tana Toraja.

Disisi lain hari ketiga pelaksaan Porda XVI Pinrang kontingem Tana Toraja sudah berhasil meraih total 2 Emas, 2 Perak dan 3 Perunggu. (Atj)

Advertisement
Advertisement
alterntif text

Facebook

Trending