Connect with us
alterntif text

Peristiwa

Kecam Gereja Disegel, Puluhan Kader GMKI Toraja Demo di DPRD Tuntut Ini

Published

on

Aksi Kader GMKI di Depan DPRD Tana Toraja

TODAY, MAKALE – Puluhan Kader Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Toraja melakukan unjuk rasa di DPRD Tana Toraja, Senin (29/10).


Mereka mengecam serta mengutuk tindakan Pemkot Jambi yang melakukan penyegelan terhadap tiga Gereja setempat.

Massa menilai kebijakan tersebut telah melanggar Konstitusi pasal 28 E UUD yang menyebutkan semua orang berhak memeluk agama dan beribadat menurut agamanya.

Dalam orasinya massa mengungkap bahwa akibat tindakan Pemkot Jambi, sudah satu bulan lamanya ratusan warga di wilayah tersebut tidak lagi mendapatkan hak untuk menjalankan ibadah karena Gerejanya disegel.

Massa juga mengecam tindakan Pemkot Jambi yang tidak melaksanakan perintah Konstitusi yaitu Pasal 29 UUD 1945 Ayat (2), bahwa Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaan itu.

“Menyatakan sikap, Presiden RI dan Kementrian agama harus menunjukkan bahwa Negara hadir melindungi hak-hak warga negaranya, yakni dengan memperhatikan permasalahan rumah ibadah di seluruh Indonesia secara khusus penyegelan Gereja di Kota Jambi,” ucap Koordinator Lapangan Estepanus Rissing saat membacakan pernyataan sikap dihadapan tim Aspirasi DPRD Tana Toraja.

Tim Penerima Aspirasi DPRD Tana Toraja

Sementara itu Ketua DPRD Tana Toraja, Welem Sambolangi, mengapresiasi sikap GMKI yang menunjukkan sikap pemuda sesungguhnya yang kritis terhadap persoalan yang ada ditengah masyarakat.

“Sikap DPRD bahwa Negara Indonesia adalah Negara hukum. Setiap aspek kehidupan warga Negara tunduk atas peraturan dan perundangan yang berlaku, Karena Indonesia bukan rimba,” ujar Welem mewakili tim penerima aspirasi DPRD.

“Kami punya komitmen yang sama dengan adik-adik kalian semua. Jika ada yang semena-mena merampas hak orang lain kita harus melawan. Kami DPRD setuju, dan akan bersurat ke Presiden dan Pemkot Jambi,” tegas Politisi Golkar itu.

Usai berdiskusi dengan DPRD Tana Toraja massa GMKI pun membubarkan diri. Meski berlangsung damai namun aksi ini mendapat pengawalan dari aparat Kepolisian.

Diketahui tiga Gereja yang disegel yakni Huria Kristen Indonesia (HKI) Gereja Methodist Indonesia (GMI) dan Gereja Jemaat Sidang Allah (GSJA). Oenyegaeln sepihak itu terjadi pada Kamis 27 September 2018 di Kelurahan Kenali, Alam Brajo, Kota Jambi. (Atj)


Advertisement
alterntif text
Advertisement
Advertisement
alterntif text

Facebook

Trending