Connect with us

Pendidikan

Kelompok Dero Jinggo Resahkan Masyarakat di Toraja

Published

on

FOTO: BERNARD

TODAY, MAKALE – Masyarakat di Bumi Lakipadada, julukan Daerah Toraja mulai diresahkan dengan kehadiran kelompok yang mengatasnamakan dirinya Dero Jinggo.


Pasalnya, Dero Jinggo yang merupakan kelompok hiburan dengan tarian khas musik remix yang berasa dari Sulteng itu umumnya beranggotakan remaja alias ABG yang notabene masih berstatus pelajar di Toraja.

Kelompok ini kerap beraksi pada hajatan pernikahan yang dilaksanakan oleh warga setempat. Meski kehadirannya kadang tidak diundang tapi mereka tetap datang mengadakan pertunjukan pada malam hari.

Kabarnya, kelompok Dero Jinggo ini sudah tersebar di beberapa wilayah baik di Tana Toraja maupun di Toraja Utara. Diperkirakan kelompok yang sudah terbentuk kini sudah mencapai 30 puluhan.

Merujuk dari hal tersebut, Bernard salah seorang warga Makale, Tana Toraja, mengungkap kekhawatirannya dengan membuka ruang diskusi di Sosial Media.

“Mereka (Dero Jinggo) membentuk kelompok-kelompok beranggotakan cewek-cowok rata-rata masih Sekolah dan hadir di malam hajatan pesta nikah, atau syukuran hingga ke pelosok-pelosok. Kita khawatir dengan masa depan mereka,” tulis Bernard di Group Pariwisata dan Budaya Toraja.

Menurutnya, Dero Jinggo (Dero Modern) itu asyik tapi disatu sisi dapat mengancam masa depan generasi muda, sebab pulangnya sampai larut malam.

“Deronya bagus dan menghibur, namun group-group ini beranggotakan anak sekolah. Ini yang perlu diarahkan,” jelas Bernard.

Hal yang sama dikatakan warga lainnya yaitu, Vikalis Lande. Ia menekankan perlunya perhatian serius dari seluruh Stakeholder terhadap kelompok Dero Jinggo.

“Ini betul-betul harus jadi perhatian serius dari Pemerintah, Tokoh Adat, Masyarakat, dan Agama. Utamanya Bagi anggota yang masih dibawah umur dan masih Sekolah. Karena jika terus-terusan seperti ini (pergi malam pulang subuh) bisa tidak ke Sekolah,” tulis Viskalis menanggapi.

Ia menjelaskan dengan kondisi seperti itu dibiarkan dapat menjadi penyebab anggota kelompok Dero Jinggo Putus Sekolah. “Saya tekankan, bukan Deronya yang kita hilangkan, bukan juga grupnya (kalau itu positif), tapi pengawasan terhadap grup sprti ini,” jelas Viskalis.

Keresahan lain juga diutarakan Dani, Warga Rantepao, Toraja Utara. Ia khawatir kelompok Dero Jinggo ini dapat terjerumus kedalam hal-hal yang negatif.

“Ini rentan terjadi, seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas. Ini yang mengkhawatirkan menurut saya,” kata Dani kepada torajadaily.com, Rabu (30/1).

“Kita juga harap para keluarga pelaksana hajatan bisa tegas dalam hal ini. Meski tampil menghibur tapi ada batasannya. Kasihan generasi muda kita kalau hal ini dibiarkan,” sambung Dani. (Atj)


Trending