Connect with us
alterntif text

Pendidikan

Kenal Lebih Dekat, Dua Mahasiswi Asal Toraja Yang Tidak Canggung  Pake Jilbab di Kampus Muslim

Published

on

Sispa Dieni Norwana dan Damaris Soma

TODAY, MAKALE – Sispa Dieni Norwana dan Damaris Soma, dua Mahasiswi asal Toraja yang kuliah di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini, menjadi topik pembicaraan warga Bumi Lakipadada utamanya di Sosial Media. Pasalnya dua mahasiswi jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik Industri (FTI) itu tidak canggung memakai Jilbab kala di Kampus meski beda dengan keyakinan yang mereka anut.


Ada yang salut dengan merespon positif tetapi ada pula warganet yang beranggapan sikap keduanya tidaklah menunjukkan sikap toleransi. Ada yang menilai mereka terpaksa memakai Jilbab.

Baca Juga: Indahnya Toleransi. Kuliah di Kampus Islam Dua Mahasiswi Toraja ini Tak Canggung Pakai Jilbab

Saat dikonfirmasi torajadaily.com, baik Sispa dan Damaris mengatakan sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut. Karena bagi mereka memakai Jilbab di kampus bukan atas dasar paksaan tapi malah bertujuan untuk saling menghargai.

“Saya sih tidak setiap hari pakai Jilbab, karena saya kan ambil kelas eksekutif, transfer di UMI jadi cuma hari Sabtu-Minggu saja pakainya. Jadi soal Jilbab ini tidak ada peraturan tertulis di FTI bahwa yang non-muslim harus memakai Jilbab. Seingat saya tidak ada kontrak kuliah yang saya tandatangani mengenai peraturan tersebut. Ini untuk menghargai saja,” tutur Sispa asal Makale-Rembon, Kamis (7/6).


Ia menjelaskan, awalnya memakai Jilbab karena melihat senior yang juga menggunakan. Kata Dia, sejak tahun 2007 FTI telah menerima mahasiswa non-muslim.

“Tapi bagi saya, karena kita umat beragama kita harus saling menghargai apa yang orang lain percaya. Di kampus itu saya belajar menghargai dan belajar rendah hati,” ungkapnya.

Hal yang sama dikemukakan Damaris, Sahabat Sispa. Menurutnya menggunakan Jilbab saat kuliah untuk menghargai dan menyesuaikan diri.

“Terasa asing juga kalo cuma saya sama Sispa yang tidak pake Jilbab. Kita jadi bahan perhatian orang di kampus. Jadi Intinya kalo masalah Jilbab saya tidak masalahji,” bebernya.

Damaris yang berasal dari Sereale itu berterima kasih atas kesempatan yang diberikan menuntut ilmu hingga bisa menyelesaikan pendidikan di kampus UMI.

“Puji Tuhan, ini berkat pertolongan Tuhan. Saya dan sahabat saya bisa menyelesaikan ujian akhir di kampus ini. Meskipun kami minoritas di kampus bukan penghalang bagi kami untuk menuntut ilmu dan berinteraksi dengan teman-teman seperti biasa,” pungkasnya. (Atj)

Advertisement
Advertisement
alterntif text

Facebook

Trending