Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Kepala Lembang Bau, Gugat Kejari Tana Toraja

Published

on

alterntif text

TODAY, MAKALE – Tersangka kasus dugaan korupsi penyalahgunaan ADD, Karman Lado menggugat Kejaksaan Negeri (Kejari) Tana Toraja melalui Praperadilan.

Gugatan Karman Lado yang juga Kepala Lembang Bau, Kecamatan Bonggakaradeng, Tana Toraja itu, secara resmi didaftarkan di Pengadilan Negeri Makale oleh Frans Lading selaku kuasa hukum dibawah bendera kantor Advokat Plural Law Firm, pada 12 Juni 2019.

Permohonan Praperadilan Kepala Lembang Bau telah teregistrasi di Pengadilan Negeri Makale dengan Perkara Nomor: 01/Pen.Pid/2019/PN. Mak.

Dikatakan Frans Lading, salah satu dari Tim Kuasa Hukum bahwa penetapan tersangka dan penahanan yang dilakukan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja terhadap kliennya
diduga terdapat pelanggaran hukum formil.

“Untuk itu kami mengajukan Permohonan Praperadilan ke Pengadilan Negeri Makale untuk menguji secara formil apakah penetapan tersangka dan Penahanan yang dilakukan oleh Kejaksaan Tana Toraja sudah sesuai dengan hukum acara yang berlaku di Indonesia. Kami mencari keadilan melalui gugatan praperadilan,” jelas Frans dalam rilisnya yang diterima Torajadailcom.

Ada beberapa alasan, kata Frans menempuh langkah praperadilan diantaranya, belum adanya temuan kerugian negara dan penetapan tersangka tidak berdasarkan dua alat bukti yang cukup menurut Pasal 184 KUHAP.


Selain itu, lanjut Dia proses penyidikan tidak berdasarkan cara yang diatur dalam KUHAP serta Penyidik tidak menerbitkan SPDP dan menyerahkan SPDP kepada tersangka.

“Bahwa sepanjang pemeriksaan sebagai Tersangka baik pada Pemeriksaan tanggal 24 Mei 2019 maupun pemeriksaan pada tanggal 28 Mei 2019 tidak sekalipun Penyidik menunjukkan adanya hasil audit dari BPKP maupun BPK ataupun dari Inspektorat Kabupaten Tana Toraja. Artinya belum ada kerugian negara yang telah dihitung secara nyata (actual loss) dalam proyek Pembangunan PLTMH Bulung Lembang Bau,” jelas Frans.

VIDEO: Kepala Lembang Bau Dibawa ke Rutan Kelas 2B Makale

Karman Lado ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam proyek Pembangunan PLTMH Bulung Lembang Bau Tahun Anggaran 2017 dan 2018. Selain Karman, penyidik juga mentersangkakan penyedia bernama Taufan.

Menurut Kejaksaan, proyek dengan total anggaran senilai Rp816.000.000 ditemukan tidak berfungsi bahkan tidak selesai. Padahal anggarannya sudah cair 100 persen.

“Kita tahan 2 tersangka, kepala lembang dan penyedia barang. Proyek tidak berfungsi dan tidak selesai,” ungkap Jefri kepada wartawan beberapa waktu lalu.

“Untuk kerugian negara kita bersama inpektorat masih melakukan audit,” tambahnya. (Atj)



alterntif text

Advertisement
Advertisement

Facebook

Trending