Connect with us
alterntif text

Peristiwa

Lantaran Sakit Hati Siswi di Toraja ini Gantung Diri

Published

on

TODAY, KAPALA PITU – Kasus bunuh diri dengan cara gantung diri kembali terjadi di Bumi Lakipadada, julukan daerah Toraja. Teranyar dilakukan Leniyanti Yafet alias Leni (18) yang tercatat sebagai Siswi di SMA Kristen Setia Kapala Pitu.


Warga Dusun Pongko, Lembang Benteng Ka’do, Kecamatan Kapala Pitu, Kabupaten Toraja Utara itu, ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa didalam kamarnya sekira pukul 17.00 wita, Jumat (9/11). Korban nekad mengakhiri hidupnya menggunakan sarung dan gulungan baju.

Menurut keterangan Ayah korban Yafet Sapan kepada Polisi bahwa pada pukul 15.00 wita, sepulang dari Kebun ia mencari dan mengetuk pintu kamar korban beberapa kali namun tak ada jawaban. Penasaran, ia pun masuk ke kamar sebelah kemudian mengintip ke kamar korban. Saat itu korban sudah dalam posisi tergantung.

Melihat kejadian tersebut, sontak Yafet kemudian berteriak. Paman korban, Papa Erna bersama Erni yang mendengar teriakan Yafet, datang dan langsung mendobrak pintu kamar kemudian menurunkan jasad korban.

Sementara itu aparat Polres Tana Toraja yang mendapat laporan langsung bergegas menuju lokasi serta melakukan olah TKP.

Dalam olah TKP petugas mengamankan beberapa barang bukti diantaranya,  gulungan baju dan sarung, buku catatan dan HP korban.

“Hasil visum tim medis dari Puskesmas Pangalla diketahui di leher korban terdapat luka bekas jeretan, raut wajah sudah biru dan lidah yang menjulur. Dari catatan yang ditemukan di TKP menyebutkan nama seorang Laki- laki yang diduga penyebab sakit hati dari korban sehingga menyebabkan korban mengakhiri hidupnya,” ujar Kepala SPKT Polres Tana Toraja, AIPTU Marthen P.B dikutip Tribrata.

Ia menjelaskan temuan catatan korban sempat menimbulkan keresahan dalam keluarganya. Guna mengantisipasi adanya aksi main hakim sendiri kata Marthen ia meminta pihak keluarga menyerahkan dan mempercayakan sepeuhnya ke pihak berwenang untuk menanganinya”.

“Pihak keluarga memahami dan bersedia membantu pihak yang berwajib untuk menangani. Kita sarankan untuk dilakukan Otopsi namun keluarga menerima dengan iklas selanjutnya dituangkan dalam Berita Acara penolakan otopsi yang diketahui pihak keluarga,” jelasnya. (*)


Advertisement
alterntif text
Advertisement
Advertisement
alterntif text

Facebook

Trending