Connect with us

Hukum & Kriminal

Lecehkan Adat Budaya Toraja, Dua Akun Facebook ini Dipolisikan

Published

on

TODAY, MAKALE – Satuan Pelajar Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) Tana Toraja bersama Serikat Pemuda Toraja (SPT) secara resmi melaporkan dua akun Facebook yang diduga melecehkan adat budaya Toraja ke Polres Tana Toraja, Sabtu (16/6).


Dua akun tersebut yakni Tonidambara Toni dan Stefania Putri Nida. Toni diketahui beralamat di Pangkal Pinang, Provinsi Riau sementara Stefani belum diketahui karena akun langsung di non aktifkan.

Tony menulis “adat Toraja calon masuk neraka”. Pada komentar lainnya ia juga menulis “adat toraja tidak jelas, mati loe jadi (maaf) babi”.

Sementara itu Stefania menulis “adat istiadat seperti hanya pengikut Setan”.

“Hari ini kami datang melaporkan dua akun karena telah menghina dan melecehkan adat budaya Toraja di Sosial Media,” ucap Ketua Sapma PP Tana Toraja, Iin Londong Allo didampingi Ketua SPT, Gresky Duapadang di Mapolres Tana Toraja.

Iin menjelaskan postingan kedua akun¬† tersebut yang mengomentari insiden Rambi Solo’ sangat melukai masyarakat Toraja, sebab telah menginjak martabat masyarakat Toraja. Yang mana, lanjut Iin harusnya saling menghargai dan menghormati adat budaya setiap daerah di NKRI.

“Mereka telah menginjak-nginjak martabat kita sebagai Masyarakat Toraja yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan budaya. Hal ini tidak dapat dibiarkan,” tegas Iin.

Iin berharap laporan polisi dengan nomor B/ 39/ VI/ 2018/ SPKT/ RES TATOR dapat ditindak lajuti dengan serius oleh aparat penegak hukum. (Atj)


Advertisement
Advertisement
alterntif text
Advertisement

Facebook

Trending