Connect with us
alterntif text

Lalu Lintas

Libur Panjang, Begini Antisipasi Kemacetan di Objek Wisata di Toraja Utara

Published

on

alterntif text

TODAY, RANTEPAO – Kabupaten Toraja Utara merupakan salah satu daerah favorit tujuan Wisatawan pada saat memasuki libur panjang. Tiap libur tiba dihampir semua objek wisata dipadati pengunjung.

Sehingga objek wisata di Toraja Utara menjadi langganan macet dan kondisi itu sudah terjadi hampir tiap tahunnya saat memasuki puncak liburan panjang.

Hal ini menjadi perhatian salah satu tokoh pemuda dan juga ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Toraja Utara, Brikken Bonting.

Menurutnya, semua instansi terkait seperti Pemerintah Daerah, Aparat Kepolisan dan pengelolah objek wisata harus serius menyikapi dan mengantisipasi membludaknya kunjungan wisata ke Toraja Utara, khususnya di lokasi Objek vital kemacetan yakni objek Wisata Negeri Diatas Awan dan objek wisata Kete’Kesu.

“Kemacetan di objek wisata memasuki liburan panjang sudah terjadi beberapa tahun ini, dan hal tersebut harus menjadi perhatian semua pihak yang terkait,” ujar Brikken Bonting kepada torajadaily.com, selasa (12/06/18).

Lanjut Brikken, selain mengurangi rasa nyaman para wisatawan kemacetan juga mengganggu aktifitas keseharian masyarakat Toraja yang melintas di area tersebut.


“Ini perlu mendapat perhatian serius, sehingga wisatawan yang datang berkunjung maupun warga masyarakat merasakan kenyamanan dan tidak menghambat aktifitas kesaharian warga sekitar” Lanjut Brikken.

Selain akses menuju objek wisata, kemacetan juga sering terjadi disekitar Kota Rantepao karena lebih diakibatkan pengguna jalan memarkir kendaraannya secara tidak teratur, ditambah lagi bongkar muat barang diruas jalan poros pada saat aktifitas Lalu Lintas lagi padat.

Terpisah Kepala Dinas Kebudayaan dan Parawisata Toraja Utara, Harli Patriatno berjanji akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Tana Toraja untuk mengurai kemacetan di beberpa titik saat memasuki liburan panjang.

“Untuk mengatisipasi hal tersebut kami menyarankan pengelolah objek wisata menyiapkan parkiran dan berkerja sama dengan masyarakat yang memiliki lahan yang dapat digunakan sebagai parakiran. Selanjut berkoordinasi dengan instansi terkair untuk mengurai kemacetan, dan akan dilakukan rekayasa lalulintas, karena faktanya jalan-jalan ke objek wisata kita masih sangat sempit,” jelas Harli.

Dinas Kebudayaan dan Parawisata Toraja Utara juga memprediksi, puncak kunjungan wisatawan pada liburan panjang mulai pada hari kamis tanggal 14 hingga pertengahan bulan juni. Dan dipekirakan jumlah wisatawan akan mencapai angka 5.000 sampai 10.000 pengunjung yang didominasi oleh wisatawan domestik. (Ajhie Jie)



alterntif text

Advertisement


alterntif text

Advertisement

Facebook

Trending