Connect with us

Pariwisata

Mahasiswa KKN UKI Toraja XXXII Kelurahan Tondon Mamullu Angkat Kembali Objek Wisata Buntu Tondon

Published

on

TODAY, MAKALE – Sebagai pusat Pemerintahan Kabupaten Tana Toraja, Kecamatan Makale rupanya menyimpan banyak potensi wisata, salah satunya Objek Wisata Buntu Tondon.


Objek wisata Buntu Tondon merupakan sebuah tebing batu dan hanya berjarak sekitar kurang lebih 200 meter tepatnya arah Timur kecamatan Makale.

Namun disayangkan, potensi wisata yang terletak di kelurahan Tondon Mamullu ini luput dari perhatian Pemerintah Daerah. Padahal dulunya ramai dikunjungi wisatawan.

Berangkat dari hal tersebut, Mahasiswa KKN UKI Toraja angkatan XXXII yang berposko di Kelurahan Tondon Mamullu mengangkat Kembali objek wisata Buntu Tondon.

“Hasil diskusi kami dengan Bapak Eric Crystal Ranteallo, salah satu tokoh masyarakat bahwa objek wisata Buntu Tondon menyimpan cerita yang bersejarah. Pada dinding gunung atau tebing terdapat kuburan batu yang dikenal dalam masyarakat Toraja dengan sebutan “Liang”. Diperkirakan sudah ada sejak ratusan tahun lamanya,” ujar Jefri Tandi Toding, Koordinator Mahasiswa KKN UKI Toraja XXXII Kelurahan Tondon Mamullu, Sabtu 9 Maret 2019.

Issong Batu

Dijelaskan Jefri, di objek wisata Buntu Tondon dulunya berdiri Tongkonan Layuk yang menyimpan banyak cerita bersejarah. Itu dibuktikan adanya Lesung Batu (Issong Batu), yang sudah berumur ratusan tahun.

Selain itu, lanjut Jefri Disini juga bisa ditemukan juga Patung orang mati (Tau-tau) yang terbuat dari batu. Objek wisata ini menyuguhkan pemandangan yang indah dari atas ketinggian Buntu Tondon.

“Ini kami angkat kembali agar bisa dikunjungi wisatawan Asing maupun lokal seperti yang dulu. Meminta perhatian Pemerintah Daerah. Kami ingin Tana Toraja menjadi pusat Pariwisata, dan mengembangkan setiap objek wisata yang ada,” jelas Dia.

“Kami mengharapkan Pemerintah sangat berperan penting dalam menjaga dan memelihara setiap objek wisata yang ada.Jangan sampai kejadian hilangnya Patung-patung yang ada di objek wisata Buntu Tondon terjadi di objek wisata yang lain, sebab jika terjadi sangat merugikan bagi kita masyarakat Tana Toraja,” sambungnya. (*)


Advertisement
Advertisement

Facebook

Trending