Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Motif Cemburu, Rima Boro Dihabisi Sang Pujaan Hati

Published

on

DP Terduga Pelaku Saat Ditangkap

TODAY, MANOKWARI – Terduga Pelaku pembunuhan terhadap Rima Boro berinisial DP (58) mengungkap motif dibalik kenekatannya mengakhiri hidup pujaan hatinya itu.


Dirilis Torajadailycom dari Humas Polsek Manokwari Kota, motif DP melakukan pembunuhan itu terungkap saat ia diinterogasi Polisi sesaat setelah ditangkap.

Dalam keterangannya Purnawiran TNI/ AD itu mengaku telah menjalin hubungan asmara (pacaran) dengan korban lima tahun lamanya. Ia cemburu sebab korban memiliki pria idaman lain.

Pria Kelahiran Tana Toraja tahun 1960 itu mengatakan bahwa ia sakit hati terhadap korban lantaran dikatai sudah tua, botak, jelek, miskin, pensiunan dan gaji kecil.

Untuk diketahui DP ditangkap di Kampung Abresso sekira pukul 10.26 WIT, Kamis (18/10). Saat itu ia sedang dalam perjalanan menuju Bintuni.

Kini warga Jalan Merapi Fanindi Rt 002/Rw 001 Manokwari itu sudah berada di Polsek Manokwari Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya diberitakan, Rima Boro ditemukan tewas bersimbah darah di kontrakannya di kawasan Wosi Lembah Hijau pada Kamis (18/10) pagi.

Dileher Almarhumah ditemukan luka sayatan sepanjang 9 cm dengan kedalaman sekira 4 cm. Korban dibunuh menggunakan parang.

Terkait perisitiwa ini mewakili keluarga korban, Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Manokwari menuntut pelaku pembunuhan dihukum seberat-beratnya. Selain itu IKT juga mengimbau warga etnis Toraja maupun masyarakat pada umumnya agar tetap mempercayakan penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.

“Kami mengutuk dengan keras pelakunya. Ini pembunuhan yang kejam dan tidak manusiawi,” kata Ketua IKT Manokwari, Kornelius Mangalik, saat Konfrensi Pers yang disampaikan saat ibadah penghiburan Kamis 18 Oktober malam di Fanindi, rumah duka.

“Kami bersama pihak keluarga akan mendorong dan mengawal tuntasnya penanganan kasus ini termasuk membantu Polisi dengan cara memberi informasi sekecil apapun yang berguna bagi proses hukum,” sambung Dia menjelaskan. (Atj)


Advertisement
alterntif text
Advertisement
Advertisement
alterntif text

Facebook

Trending