Connect with us
alterntif text

Pemerintahan

Nasib Honor Daerah Toraja Utara, 5 Bulan Tidak Digaji

Published

on

Honor Daerah Adukan Nasib di DPRD Toraja Utara
alterntif text

TODAY, RANTEPAO – Miris, kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi 1800 Tenaga Guru yang berstatus Honor Daerah (Honda) di Kabupaten Toraja Utara.

Betapa tidak, terhitung lima bulan 1800 Honda yang tersebar di beberapa Sekolah itu sudah tidak mendapatkan haknya berupa honor dari Pemkab Toraja Utara.

Itu terungkap setelah perwakilan Honda mengadukan nasibnya di DPRD Toraja Utara, pada Senin 25 Februari 2019.

Menurut Riska Dani Pulung Bunganan, koordinator Honda Toraja Utara bahwa honor yang belum dibayar dalam 5 bulan terakhir itu, yakni 3 bulan tahun 2018, dan 2 bulan tahun 2019. Tidak hanya itu, honor yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp1 juta perbulan, namun pada kenyataanya yang diterima hanya Rp900 ribu saja. Sementara pada tahun 2018 turun menjadi Rp650 ribu.


“Sudah 5 bulan honor kami (Honda) belum, dibayarkan padahal tiap hari bekerja. Anehnya lagi Pemkab terus melakukan penambahan tenaga Honor untuk Guru. Katanya devisit kenapa Honda ditambah terus,” ketus Riska.

Lebih jauh diungkap Riska, kondisi Guru Honda di Toraja Utara sejak tahun 2015, cukup memprihatinkan. Dimana dalam beberapa tahun terakhir, honor Honda pada penghujung tahun sering dilakukan pemutihan, seperti tahun 2015 ada 3 bulan diputihkan.

“Tahun 2016 lalu diputihkan 2 bulan kemudian tahun 2017 diputihkan 3 bulan. Tahun 2018 belum jelas apakah honor yang 3 bulan itu akan diputihkan lagi,” beber Riska.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Toraja Utara, Roni M. Katunde yang menerima aspirasi Honda mengatakan akan segera  memanggil instansi terkait. (Atj)



alterntif text

Advertisement
Advertisement

Facebook

Trending