Connect with us
alterntif text

rohani

Natal Oikumene, Bukti Toleransi Antar Umat Beragama Mengakar Kuat di Tana Toraja

Published

on

TORAJADAILY, MAKALE – Tidak salah kiranya jika Toraja disebut laboratorium Toleransi antar umat beragama. Salah satu bukti nyata, itu terlihat pada perayaan Natal Oikumene yang dilaksanakan pemerintah kabupaten Tana Toraja pada Kamis (28/12/2017) malam.


Mengusung tema “Mengurai Kebekuan Merajut Kebersamaan” sebagai refleksi Program Getaran Sukma Ilahi, Natal Oikumene ini juga dihadiri umat muslim serta pemeluk Aluk Nene’ Todolata atau Alukta. Tidak sekedar hadir secara formalitas saja, mereka juga terlibat langsung dalam acara bahkan diberi kesempatan menyampaikan kesan dan pesan Natal.

Foto: Ivan Roma Manukrante

“Sungguh luar biasa Toraja ini. Yang terjadi, inilah kemajemukan sebenar-benarnya,” kata Agung utarakan penilaiannya usai melihat langsung jalannya perayaan Natal Oikumene.

Saat menyampaikan pesan dan kesan Natal yang berjalan khidmat ini, Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae menyingung soal Demokrasi. Yang mana sekian banyak orang kerap berbicara demokrasi namun yang terjadi malah saling terpecah-pecah.

Foto: Ivan Roma Manukrante

“Kita tidak ingin lagi ada perselisihan dan pertengkaran hanya karena perbedaan sikap. Itulah salah satu Inti Getaran Sukma Ilahi. Yang mana harus senabtiasa ditumbuh kembangkan dalam kehidupan tiap pribadi,” harap Nico.

Nico juga berbicara terkait konsep Toraya Maelo. kata Nico, untuk mewujudkan program pemerintah kabupaten Tana Toraja itu, haruslah dienergikan secara bersama sama, seluruh masyarakat Tana Toraja.


Foto: Ivan Roma Manukrante

“Kalau hanya saya dan adinda saya pak Viktor kami tidak akan mampu. Kita harus bergandengan tangan, mengenergikan seluruh potensi kita untuk Toraya Maelo,” jelas Dia.

Giliran wakil bupati Tana Toraja Victor Datuan Batara yang memberi kesan dan pesan Natal turut mengamini ucapan Nico. Ia menegaskan Toraya Maelo hanya dapat terwujud jika itu di dudukung oleh segenap komponen masyarakat Tana Toraja.

Foto: Ivan Roma Manukrante

“Banyak impian kami di dalam Toraya Maelo. Kami optimis mampu melaksanakan dan mencapainya, kalau didukung segenap komponen masyarakat seperti yang kita lihat pada Natal Oikumene. Kami butuh kritikan, saran serta masukan. Seperti kami bisa berdiri disini karena ada dua wanita hebat di belakang kami,” jelas victor.

Natal oikumene pemerintah kabupaten Tana Toraja bersama  mayarakat ini kian menegaskan Toleransi di Bumi Lakipadada, saat enam orang warga Kaum Dhuafa dilepas untuk berangkat Umroh. Ke enam orang penjaga mesjid ini berangkat Umroh gratis sebab dibiayai Pemerintah melalui program Getaran Sukma Ilahi.

Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae didampingi Wakil Bupati Tana Toraja, Victor Datuan Batara serta ketua DPRD Tana Toraja, Welem Sambolangi.

“Berangkatlah saudaraku, baik baik disana. Dan kembalilah dalam keadaan baik,” kata Nico.

Natal Oikumene ini juga dihadiri Forkominda, baik Prov Sulsel dan Tana Toraja. Masing masing Mereka juga naik menyampaumukan pesan dan kesan natal. (Atj)

Advertisement
Advertisement
alterntif text

Facebook

Trending