Connect with us

Hukum & Kriminal

Pembunuh Mahasiswi UKI Toraja Divonis Seumur Hidup, Keluarga Menangis

Published

on

TODAY, MAKALE – Majelis Hakim memvonis Putra alias Utta (20) terdakwa pembunuhan terhadap Mahasiswi UKI Toraja, Marthina Marni dengan hukuman penjara seumur hidup. Sidang putusan dibacakan oleh H.Muh Djamir selaku ketua majelis hakim dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri Makale, Senin (16/7).


Vonis ini berbeda dari tututan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa dengan hukuman mati.

Baca Juga: Pembunuh Mahasiswi UKI Toraja Dituntut Hukuman Mati

Atas putusan majelis hakim, puluhan keluarga Marthina Marni yang mengikuti jalannya persidangan mengaku kecewa serta menolak putusan seumur hidup.

“Maunya keluarga, terdakwa harus dihukum mati. Kami mempertanyakan putusan seumur hidup itu,”aku kakak Marni, Nober, usai sidang kepada Torajadaily.com.

Ia mengemukan hukuman mati sangat pantas diterima terdakwa mengingat perbuatan sadis yang telah dilakukan terhadap korban.

“Adik saya dibunuh secara sadis. Dibunuh dengan perencanaan, diperkosa dan dirampok. Pelaku harus mendapat hukuman setimpal,” tegas Anton dengan mata berkaca-kaca.

Pembunuhan sadis terhadap Marni, terjadi di Marrang, Kelurahan Tampo, Kecamatan Mengkendek pada Selasa 19 Desember 2017 lalu. Jasad Marni ditemukan di semak-semak bersimbah darah dengan belasan luka robek.

Putra Alias Utta mengaku nekad membunuh korban dipicu dendam karena cintanya ditolak dan dikatai jelek oleh korban. (Atj)


Advertisement
Advertisement
alterntif text
Advertisement

Facebook

Trending