torajadaily.com

Galery

Pendeta Gereja Toraja Ini Perjuangkan Kerukunan Antar Umat Beragama di Enrekang

TORAJADAILY.COM, ENREKANG – Martha Pakan, Pendeta Gereja Toraja Jemaat Immanuel Bamba, Enrekang, mempertanyakan kurangnya tenaga guru agama kristen di daerah yang berjuluk Bumi Masserenpilu itu.

Hal itu dikatakan Martha dalam saresehan tokoh lintas agama dan forum umat beragama oleh Kementerian agama di kabupaten Enrekang, Selasa 24/10/2017.

“Guru agama Kristen di sekolah-sekolah umum di Kabupaten Enrekang bukan lagi kurang tapi hanya ada satu orang yang mengabdi di SMP 1,” ujar Martha.

Diungkap Martha fakta tersebut tidaklah sebanding dengan jumlah warga Enrekang yang menganut agama Kristen. Dia menyebut jumlah umat Nasrani di Enrekang hampir mencapai 1.500 jiwa.

“Itu belum termasuk saudara kita yang beragama Khatolik. Lalu bagaimana dengan sekolah lain, utamanya di wilayah perbatasan Enrekang dan Toraja mereka juga butuh guru agama. Kami harap ini bisa jadi perhatian.” Urai Martha.

Lanjut Martha, demi terwujudnya visi forum kerukunan ummat beragama di Enrekang yaitu masyarakat Massenrempulu taat beragama rukun, cerdas, mandiri, dan sejahtera lahir batin maka perlu adanya perhatian serius.

“Kami berharap adanya penambahan guru Kristen ini juga sesuai harapan kita di visi kerukunan beragama di Enrekang. Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama bagaimana mengajarkan umat bagaimana menjalani hidup yang benar.” Kata Dia.

Menanggapi itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Enrekang, Kamaruddin mengakui bahwa memang baru ada satu guru agama Kristen di Enrekang yang berstatus PNS yang gajinya dibayarkan Kemenag Enrekang. Namun untuk pengadaan guru agama Kristen menurutnya bukanlah wewenang Kemenag Enrekang, karena itu adalah urusan Pembimas agama Kristen di Kanwil agama Provinsi.

“Kita disini tak punya Pembimas agama Kristen, itu ada di Kanwil provinsi. Tapi tetap ini akan jadi masukan untuk kami teruskan harapan penganut Kristen di Enrekang. Namun kita juga mengaharap tokoh agama Kristen untuk bersama-sama ikut mengajukan usulan ke provinsi.” Urai Kamaruddin.

Selain Forum lintas agama, Sarasehan ini juga dihadiri jajaran Polres Enrekang dan Kejaksaan Negeri Enrekang sekaligus membawakan materi kiat memelihara kerukunan antar umat beragama. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top