Connect with us
alterntif text

Pariwisata

Pesona Buntu Rumandan, Objek Wisata Sarat Nilai Historis

Published

on

TODAY, RANO – Toraja saat ini sudah mulai bangkit kembali sebagai daerah tujuan wisata baik lokal dan manca negara, setelah jaya pada kisaran Tahun 1994 dengan tampilan budaya.


Perlahan kini Toraja dikenal bukan hanya budayanya yang unik namun pesona alam yang begitu indah memanjakan mata. Bukan hanya satu atau dua objek saja namun ada beberapa pilihan objek bagi para wisatawan.

Selain objek wisata yang telah terkenal dan mendunia masih banyak potensi-potensi wisata lainnya yang bisa menjadi tujuan wisata yang menarik, baik itu budaya Toraja maupun pesona alam Toraja, salah satunya ialah Buntu Rumandan (Rumah Komandan) yang terletak di Lembang Rumandan Kecamatan Rano, Tana Toraja, yang berbatasan langsung dengan kabupaten Enrekang.

Selain memiliki pemandangan berada diatas awan juga memiliki nilai historis yang tinggi sejak jaman perang suku Toraja dan Suku Bone. Konon pada masa perang suku, buntu (bukit) tersebut dijadikan sebagai tempat pengintaian, tempat untuk membunyikan gendang tanda bahaya, pengibaran bendera tanda bahaya dan sebagai pusat komando pasukan ketika perang akan terjadi. Maka dari itulah nama Rumah Komandan diberikan kemudian disingkat menjadi Rumandan yang kemudian diambil menjadi nama desa/lembang tersebut menjadi Lembang Rumandan.

Diujung Buntu Rumandan terdapat sebuah batu besar yang juga tak kalah menarik batu ini disebut Tokeran Gandang, selain memiliki pemandangan yang indah batu ini juga berfungsi sebagai pengingat atau ketika ada bahaya yang datang dari lembah sebelah selatan Kabupaten Enrekang batu inilah yang di ketuk-ketuk sebagai tanda adanya bahaya mendekat.

Buntu Rumandan dan Tokeran Gandang berada di depan desa Rumandan yang berhadapan langsung dengan lembah dari Enrekang. Lembah tersebut diapit oleh 2 bukit di sebelah kiri dan kanan sehingga ketika ada musuh yang datang lembah inilah satu-satunya akses kala itu menuju Toraja sehingga dengan mudah diketahui oleh orang-orang Toraja dari Buntu Rumandan ketika ada musuh yang mendekat.

Penulis: EJM


Advertisement
alterntif text
Advertisement
Advertisement
alterntif text

Facebook

Trending