Connect with us
alterntif text

Pemerintahan

Proyek Terbengkalai di Sangalla, Rusak Rumah Warga

Published

on

alterntif text

TODAY, MAKALE – Proyek Jalan Poros Kondoran-Lobe di Kelurahan Tongko Sarapung, Kecamatan Sangalla, Tana Toraja, kembali terbengkalai ditinggal pekerjanya.

Kondisi ini membuat warga setempat was was, sebab akibat terbengkalainya proyek pengerjaan talud dan pelebaran jalan ini mengakibatkan sejumlah rumah warga yang berada disepanjang jalan tersebut sudah mulai rusak.

“Termasuk rumah saya dan ada beberapa rumah lain bangunannya sudah retak-retak,” keluh Gista Sarasiang, salah seorang warga setempat, Sabtu 18 Mei 2019.

Rumah warga retak, kata Gista terjadi dikarenakan jalan yang dilebarkan terkikis air yang kemudian berimbas pada rumah warga. Menurutnya, apabila pekerjaan proyek tidak dilanjutkan rumah warga terancam bahkan bisa ambruk, apalagi curah hujan tinggi masih terjadi.

“Ini proyek dikerja asal-asalan. Ditambah papan proyek tidak ada. Dua kalimi ditinggal pekerjanya dan sudah hampir sebulan tidak dikerja. Menurut pekerjanya mereka tidak dibayar makanya ditinggalkan. Pemerintah harus segera turun tangan, kalau tidak kami akan tindaki,” tegas Gista dengan nada ancaman.


Terpisah Pelaksana tugas Kepala Dinas PUPR Tana Toraja, Yanti Mapiley yang dimintai konfirmasi mengakui proyek yang dikerjakan Rekanan CV. Ilham Jaya Anugrah itu masih dalam tahap pelaksanaan tapi sudah mengalami keterlambatan. Soal tidak dibayar, Ia enggan menanggapi sebab intern Perusahaan.

“Menurut PPK nya pekerjaan tersebut belum di PHO. Karena masih dalam tahap pelaksanaan dan karena keterlambatan penyelesaian maka pasti ada konsekwensi denda keterlambatan sesuai dengan yang tertuang dalam kontrak,” kata Yanti.

“Nanti PPK akan mengopname volume pekerjaan yang sudah dituangkan di kontrak, apabila masih ada kekurangan, khususnya pekerjaan pasangan batu, maka PPK akan memerintahkan utk menuntaskan,” sambungnya.

Terkait dengan tidak adanya papan proyek yang terpasang dilokasi, Yanti mengaku heran. Sebab, kata Dia sebelum dikerjakan pihaknya telah menugaskan salah seorang warga setempat jadi pengawas.

“Masa tdk ada? Mungkin papan informasi proyeknya di awal (sta 0.00) pekerjaan.  Kenapa tidak ada yang lapor dari awal ya? Padahal tahun lalu kami menugaskan seorang pengawas yang diangkat dari pegawai Kecamatan Sangalla,” imbuhnya. (Atj)



alterntif text

Advertisement


alterntif text

Advertisement

Facebook

Trending