Connect with us
alterntif text

Narkoba

Puluhan Penggiat Anti Narkoba di Toraja ikuti Bimtek. Ini Tujuannya

Published

on

TODAY, MAKALE UTARA – Sebanyak 30 penggiat anti narkoba yang berasal dari Sekolah, Kampus Tana Toraja dan Toraja Utara mengikuti bimbingan Teknis (Bimtek), Kamis (9/8). Kegiatan ini digelar di Gedung serbaguna Astrini dan dibuka langsung oleh Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan Tana Toraja, Drs. Benyamin Perdi P, MM.


Penggiat anti narkoba ini merupakan perpanjangan tangan BNN yang diharapkan mampu berperan dalam program pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba(P4GN) dilingkungan pendidikan.

Kegiatan yang dilaksanakan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tana Toraja ini menghadirkan pemateri antaralain, Kepala Seksi P2M BNNK Tana Toraja, Marthen Sanda yang membawakan materi Akselerasi Program P4GN di Lingkungan Pendidikan selanjutnya Kepala Seksi Kurikulum dinas pendidikan Tana Toraja, Benyamin Perdi membawakan materi, Peran Aktif Lingkungan Pendidikan dalam upaya P4GN.

Selain itu materi Jenis-jenis narkoba, konseling, adiksi dasar dan rehabilitasi yang diberikan oleh dr. Izak Yesaya Samay, M. Kes,Sp. KJ, serta Dr. Berthin Simega, M.Pd membawakan mareri Pengembangab Karakter Individu dan Rencana Aksi ( action plan) P4GN  dilingkungan  Pendidikan.

Kepala Seksi P2M BNNK Tana Toraja menjelaskan tujuan dilakukan Bimtek guna membekali penggiat anti narkoba dengan materi P4GN untuk menyampaikan pesan pesan anti narkoba serta meningkatkan keterampilan dan peran aktif penggiat anti narkoba dilingkungan secara mandri.


Selain itu lanjut Marthen, menyusun rencana aksi P4GN yang akan diimplementasikan dilingkungan masing-masing, Membentuk komitmen bersama secara sadar dan skarela untuk berperan aktif dalam ptogtam P4GN sesuai dengan peran dan potensinya masing-masing.

“Itu demi mewujdukan peran serta dari lingkungan pendidikan yang secara mandiri, sukarela dan berkelanjutan dengan mensosialisasikan P4GN,” jelasnya.

Dikatakan Marthen dengan adanya keterlibatan penggiat anti narkoba dilingkungan pendidikan tentu pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba dilingkungan pendidikan akan semakin meluas. Oleh karena itu BNN terus melakukan program-program dengan melibatkan penggiat agar ada keterampilan dan kemauan untuk terus aktif mengkampanyekan stop narkoba.

Ia mengungkap, pelatihan dan pembinaan masyarakat anti narkoba dilakukan untuk mencapai sasaran, mewujudkan peran Pelajar/ Mahasiswa dan BNN untuk membangun lingkungan pendidikan yang sehat tanpa narkoba, mengerti dan memahami dampak dari penyalahgunaan narkoba serta mampu menjadi penangkal atas segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba

“Setelah penggiat anti narkoba dibekali pengetahuan seputar permasalahan narkoba dan penanganannya diharapkan mereka mampu menjadi penggiat anti narkoba dengan menyusun rencana aksi yang akan diimplementasikan dalam berbagai program dan kegiatan P4GN dilingkungan pendidikan” pungkas Marthen. (*)

Advertisement
Advertisement
alterntif text

Facebook

Trending