torajadaily.com

Organisasi

Rinto Minta Karang Taruna Toraja Utara Jadi Pelopor Perdamaian

TORAJADAILY.COM, RANTEPAO –  Ketua Karang Taruna Toraja Utara Yosia Rinto Kadang, meminta kader Karang Taruna untuk menjadi pemuda pelopor perdamaian dimulai dari lingkungan sekitar.

“Toraja Utara membutuhkan energi pemuda untuk menjadi pelopor perdamaian dengan  memperkuat toleransi dan persaudaraan, hidup rukun di tengah keberagaman dan kebhinnekaan,” ujar Yosia Rinto Kadang di Rantepao, 11/10/2017.

Harapan itu disampaikan Rinto yang juga wakil bupati Toraja Utara, jelang pelaksanaan Bulan Bakti dan Study Karya Bakti Karang Taruna (SKBKT) Toraja Utara, yang akan dilaksanakan di Kecamatan Sanggalangi, Toraja Utara, Kamis (19-21/10/2017) mendatang.

“Saya mengapresiasi upaya yang telah dibuat kader Karang Taruna Toraja Utara untuk lingkungan sekitar. Terus berupaya melakukan yang terbaik. Mendesikasikan diri pada masyarakat dalam layanan sosial sebaik-baiknya,” Kata Rinto

Ia mencontohkan layanan sosial yang dimaksud seperti memanfaatkan momentum Bulan Bakti Karang Taruna dan menyongsong Hari Sumpah Pemuda dengan aksi nyata dalam perhabatan terjalin di SKBKT tanpa ada perbedaan.

“Kita Berbangga karena Karang Taruna adalah satu-satunya organisasi sosial kepemudaan di negeri ini yang bisa menembus level RT/RW, peran kader Karang Taruna sangat strategis. Maka saya mengajak seluruh kader Karang Taruna Toraja Utara bertekad dan bersatu meneguhkan NKRI harga mati. Sampai kapanpun dan di manapun,” tegasnya.

SKBKT akan digelar selama empat hari dan akan diisi berbagai kegiatan di antaranya, Pelantikan pengurus Karang Taruna di 21 Kecamatan se Toraja Utara, bakti sosial, olahraga, bimbingan teknis, dan penghijauan.

Secara khusus Orang nomor dua dijajaran Pemkab Toraja Utara ini meminta agar kegiatan karang taruna harus dimaknai secara luas. Kegiatan bakti sosial di lingkungan sekitar harus dimaknai sebagai kesatuan sosial.

“Tidak sekedar bakti sosial memberi sembako, tidak sekedar membersihkan sungai atau lingkungan rumah, tapi harus berwujud satu kesatuan sosial. Artinya, hati kita yang hadir di situ dan bukan beras kita saja. Lakukan dengan sepenuh hati,” imbuh Rinto. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top