Connect with us
alterntif text

Pemerintahan

Rohaniwan Terseret Kasus Dugaan Korupsi SIAK, Ini Kata Ketua BPS Wilayah III Makale

Published

on

IST/ Dok : Ketua BPS Wilayah III Makale Bersama Bupati Tana Toraja Saat Pawai Obor Perayaan Paskah

TODAY MAKALE – Sejumlah Pendeta disebut ikut menikmati dana dari kasus dugaan korupsi Sistim Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) di Disdukcapil Kabupaten Tana Toraja.

Alhasil, beberapa oknum Pendeta yang terseret dalam pusaran kasus tersebut diperiksa oleh Penyidik Kejaksaan Negeri Tana Toraja.

Baca Juga: Rohaniawan Terseret Kasus Dugaan Korupsi SIAK Tana Toraja

Ketua BPS Wilayah III Makale, Pendeta Sulaiman Manguling yang dimintai konfirmasi tidak membantah hal tersebut. Ia membenarkan sejumlah pendeta penerima dana SIAK telah memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri Tana Toraja.

“Iya, soal Pendeta yang dapat (dana) sudah dipanggil Kejaksaan. Sudah diklarifikasi, sesuai dengan yang mereka kerjakan. Tapi memang ada yang menjadi persoalan, karena ada yang tidak terima tapi tertulis diterima. Dan itu sudah clear waktu mereka dipanggil,” ungkap Sulaiman kepada torajadaily melalui WhatsApp, Selasa (9/7) malam.

Dia menyebutkan, dana yang diterima sejumlah Pendeta itu merupakan honorarium dalam melaksanakan program Pemerintah.

“Ada (Pendeta) yang dipanggil diberi honor, ada yang tidak datang. Lalu dalam daftar dapat semua, padahal ada yang tidak diberikan tapi disitu tertulis diberikan. Itu sudah terklarifikasi,” jelasnya.

Baca Juga: Demo Soal Korupsi, Forum Mahasiswa Toraja Desak Kejaksaan Periksa Bupati Tana Toraja


Pendeta Sulaiman mengaku prihatinan atas kasus yang menyeret sejumlah koleganya itu. Menurutnya, para pendeta sama sekali tidak tahu menahu apa yang dikerjakan bisa menimbulkan dampak hukum.

“Ya, betul. Itulah yang saya percakapkan dengan Kajari waktu itu. Kasihan juga para Pendeta itu, karena mereka juga tidak pernah minta, hanya diberikan saja. Ujung-ujungnya mereka dipanggil kejaksaan. Mereka menerima seperti hal dalam jemaat ketika mereka diberikan amplop sebagai tanda terima kasih dari warga jemaat. Sampai saya bilang ke Kajari, kalau memang bisa dikembalikan, kembalikan saja, jangan jadi masalah untuk Pendeta. Para Pendeta itu juga sudah siap kembalikan kalau memang harus begitu,” ungkap Sulaiman.

Sulaiman berharap para Pendeta yang terseret tidak terbawa terlalu jauh. Apalagi kata Dia, masalah ini telah ramai menjadi perbincangan dikalangan Pendeta.

“Jangan Pendeta korban karena ketulusan mereka, lalu nama mereka menjadi soal. Harapan saya Pendeta tidak terbawa terlalu jauh, sehingga kalau memang itu selesai kalau dikembalikan, ya begitu saja. Apalagi juga sudah ramai dikalangan Pendeta sendiri,” harapnya.

Sebelumnya diberitakan, Kajari Tana Toraja, Jefri P. Makapedua menyatakan kasus dugaan korupsi yang dilaporkan Forum Mahasiswa Toraja (Format) itu, masih dalam proses penyidikan. Sejauh ini, sudah sebanyak 100 orang lebih saksi yang telah dipanggil dan diperiksa, termasuk Rohaniwan. (Atj)


Advertisement
Advertisement

Facebook

Trending