Connect with us

Hukum & Kriminal

Setubuhi Kekasihnya yang Masih Dibawah Umur, Remaja 19 Tahun di Toraja Ditahan

Published

on


TODAY, MAKALE – Seorang Remaja ditahan Unit PPA Polres Tana Toraja lantaran diduga kuat telah melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur.

Remaja tersebut berinisial J alias S berusia 19 tahun. Pelaku ditahan menyusul penetapan Tersangka dirinya oleh Penyidik, Rabu (3/10).

Sementara korban diketahui berinisial AM berusia 16 tahun, Siswi disalah satu SMU Tana Toraja.

Informasi yang diperoleh antara pelaku J dan korban A diketahui memiliki hubungan asmara. Perbuatan melawan hukum itu telah dilakukan J beberapa kali di kos korban di bilangan Makale.

Dari hasil penyelidikan Polisi terungkap bahwa pelaku J leluasa melancarkan perbuatan bejadnya setelah korban termakan bujuk rayuannya.

Mengetahui hal tersebut, SS, kakak kandung korban kemudian melapor ke Polres Tana Toraja dengan Laporan Polisi Nomor : LPB / 113/ X / 2019 / SPKT, tanggal 1 Oktober 2019.

“Dari hasil pemeriksaan korban, pelaku serta saksi kuat dugaan telah terjadi tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur,” ujar Kanit PPA Polres Tana Toraja Bripka Y. Matarru mewakili Kasat Reskrim, Kamis, 3 Oktober 2019.


Atas perbuatannya, tersangka J warga Buntu Sisong, Makale Selatan, dijerat dengan pasal tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur, sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 81 ayat (2) UU RI No.17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI No.1 tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas UU RI NO.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi UU. Ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.

“Atas permintaan penyidik, pemeriksaan terhadap tersangka didampingi oleh Penasehat Hukum Ixpar Panggeso, dan saat ini tersangka J alias S ditahan di Rutan Polres Tana Toraja untuk proses hukum lebih lanjut,” kata Matarru.

Di lain sisi, tak hanya penindakan, berbagai upaya sosialisasi untuk menekan kejadian tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur telah dipuayakan oleh polisi, baik dengan cara melakukan penyuluhan di sekolah-sekolah maupun dengan cara memberi imbauan saat ada kegiatan masyarakat yang sedang berlangsung.

Kendati begitu, hal tersebut belumlah cukup tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.

“Polisi mengajak kepada segenap lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif awasi apa yang dilakukan oleh anak anak kita, jangan biarkan mereka terlibat dalam pergaulan bebas dan tenggelam dalam pengaruh internet negatif,” terang Matarru. (*)


3 Comments

3 Comments

  1. ปั้มไลค์

    October 3, 2019 at 9:14 am

    Like!! I blog quite often and I genuinely thank you for your information. The article has truly peaked my interest.

  2. Download

    October 3, 2019 at 10:38 am

    Please help me download this article to my computer so I can share it with others

  3. Job

    October 3, 2019 at 10:39 am

    What do you think of a new job? Try it out

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
Advertisement

Facebook

Trending