Connect with us

Pendidikan

Tak Terima Gajinya Dikebiri, Puluhan Guru Kontrak Daerah Demo

Published

on

TODAY, KESU’ – Puluhan tenaga Guru Kontrak Daerah Dinas Pendidikan melakukan aksi protes atas kebijakan Pemerintah Daerah Toraja Utara, terkait surat keputusan (SK) Nomor 814.1.4 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Pada Dinas Pendidikan Tahun 2018. Aksi ini berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan Toraja Utara, Lembang Tallulolo, Kecamatan Kesu’, Rabu (09/05/2018).


Dalam Surat Keputusan yang diterima para Guru Kontrak Daerah, hanya tenaga kontrak untuk TK dn SD yang dicantumkan besaran gajinya yakni RP 600.000/ bulan. Sedangkan untuk tenaga kontrak SMP tidak ada besarannya tapi hanya tertulis dihitung perjam dan besaran perjamnya itupun juga tidak jelas berapa dalam SK tersebut.

Salah satu peserta aksi dalam orasinya mengatakan jika besarannya memang benar Rp6,250/ jam untuk guru di SMP maka kami benar-benar rugi, apalagi jarak tempuh tempat tinggal dengan tempat mengajar sangat jauh dan itu malah habis di biaya bahan bakar kendaraan.

“Kalau dihitung berdasarkan jam mengajar ya kami rugi dong yang mengajar di SMP dan ini bukan lagi mensejahterakan tapi memiskinkan kami,” ungkap salah satu guru kontrak SMP saat berorasi.

Ia juga mengambil sampel pada dirinya selaku tenaga guru kontrak di salah satu SMP, bahwa setelah dihitung- hitung dirinya hanya memperoleh sekitar Rp150.000/ bulannya.

“Contohnya saya ini yang mengajar di SMP yang hanya 24 jam sebulan, jadi hanya akan terima gaji sebesar Rp.150.000/bulan karena tidak ada jam tambahan di sekolah¬† lain dan beda dengan guru honorer di SD semua rata Rp600,000/ bulan. Kok parah sekali penurunan upah kami yang guru SMP dan serendah inikah status kami sebagai honorer?,” tandasnya.

Sementara itu peserta aksi lainnya, menuding Pemerintah Daerah Toraja Utara tidak memperhatikan nasib tenaga kontrak, sangat bertolak belakang dengan tagline Mekar Untuk Sejahtera.

“Pemerintah Daerah sudah seolah-olah tidak peduli dengan nasib kami, dimana mi itu tagline yang dulu sering dikumandangkan saat Pilkada, Mekar Untuk Sejahterah,” teriak salah satu peserta aksi.

Dalam aksi protes ini para tenaga kontrak membentangkan spanduk dengan bertuliskan ” Melemahkan Pendidikan, Meninggalkan Kebudayaan”.

Hingga berita ini diturunkan, aksi protes masih terus berlangsung, namun sayangnya belum ada pihak Dinas Pendidikan Toraja Utara yang bersedia menemui mereka. Bahkan salah satu pegawai dari Dinas Pendidikan hanya mempersilahkan mereka menunggu Kepala Dinas Pendidikan, Yakni DT. Rantetasak, yang sedang berada diluar Kantor.

“Sabar mi dulu pak Kadis lagi diluar kantor, silahkan tunggu beliau tapi jangan ngumpul di depan pintu,” perintah salah satu pegawai sambil mengarahkan peserta aksi untuk membubarkan diri sejenak. (Ajhi Jie)


Advertisement
Advertisement
alterntif text
Advertisement

Facebook

Trending