Connect with us

Peristiwa

Terjadi Misinformasi, Fery Minta Maaf ke RSUD Lakipadada

Published

on

TODAY, MAKALE – Pery memohon maaf atas postingannya di media sosial yang berdampak terhadap pihak RSUD Lakipadada. Permintaan maaf disampaikan langsung Fery kepada pihak RSUD Lakipadada, Rabu (26/1) pagi.

Sebelumnya Pery, warga Milan, Kelurahan Kamali Pentalluan, kecamatan Makale ini memposting soal biaya mobil jenazah RSUD Lakipadada, di grup Facebook Info Kejadian Toraja, pada Senin (25/1).

Dalam postingannya ia menyebut biaya yang dibayarkan oleh pihak keluarga kepada sopir mobil jenazah sebesar Rp 3 juta.

“Saya dal Untuk itu saya meminta maaf kepada manajemen RSUD Lakipadada khususnya para sopir,” ujarnya penuh penyesalan di RSUD Lakipadada, Makale, Selasa (26/1) pagi.

Baca juga:

Kajari Tana Toraja: Pelayanan RSUD Lakipadada Luar Biasa

Fery mengaku setelah ia kroscek ulang ke keluarganya ternyata sudah terjadi misinformasi. Ternyata yang dibayarkan oleh keluarganya hanya 300 ribu.

“Postingan saya keliru, awalnya saya kira Rp 3 juta, ternyata yang dibayar keluarga ke sopir hanya Rp 300 ribu,” katanya.

Ia menjelaskan, kejadian bermula saat hendak memakamkan salah satu anggota keluarganya di Batu Sura, pada Sabtu (23/1) lalu.

Tanpa proses administrasi, salah seorang dari pihak keluarga, yaitu papa Lusi menghubungi papa Laso’ yang juga security RSUD Lakipadada.

Papa lusi menyampaikan maksud ingin menggunakan mobil jenazah RSUD Lakipadada untuk mengangkut peti jenazah ke patane (makam).

Papa Laso’ kemudian menghubungi Petrus Pasoloran (sopir mobil jenazah) untuk segera ke Batu Sura melayani yang bersangkutan.

“Jarak patane dari rumah duka dekatji. Sekali lagi saya memohon maaf, ini kekeliruan saya, tidak memperjelas dulu sama keluarga baru langsung posting di sosial media,” ucapnya.

Terpisah, Petrus Pasoloran, sopir mobil jenazah RSUD Lakipadada yang dikonfirmasi membantah telah menerima pembayaran uang sebesar Rp 3 juta dari pihak keluarga seperti yang disebut Pery dalam statusnya.

“Itumi saya heran ada postingan di Facebook. Itu tidak benar, saya dikasih cuma Rp 300 ribu. Itu (uang) baru dikasih kemarin (Selasa, 25/1),” bantahnya.

Petrus juga menyesalkan tindakan Pery yang langsung memposting curhatnya, tapi belum memperjelas informasi terlebih dahulu.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Lakipadada dr Farma Lelepadang menyesalkan informasi di sosial media yang dinilai merusak citra pihaknya.

Meski merugikan, namun dr Farma menyatakan memaafkan tindakan Pery dan berharap kejadian serupa tak terulang.

“Ini pembelajaran, harus bijak menggunakan media sosial. Kami sudah maafkan,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan ketentuan penggunaan mobil jenazah di RSUD Lakipadada.

“Itu sudah ada ketentuannya yang diatur dalam Perda. Perhitungannya jarak. Bahkan biasa kita gratiskan kalau keluarga pasien kita disini butuh,” tandasnya. (Atjong)

Trending