Connect with us

Hukum & Kriminal

Terpidana Korupsi, Yohana Sara Ritha Dieksekusi Kejari Tana Toraja

Published

on

Kasi Pidsus Kejari Tana Toraja menyerahkan Terpidana ke Rutan Kelas IIB Makale

TODAY, MAKALE – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tana Toraja mengeksekusi terpidana kasus Korupsi atas nama Yohana Sara Ritha, Selasa, 8 Oktober 2019.

Yohana terbukti melakukan korupsi proyek pekerjaan Pembangunan Jalan Poros dan Jembatan Pangala – Awan TA 2014 pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja Transmigrasi Kabupaten Toraja Utara. Yohana merupakan Kepala Bidang Transmigrasi Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Toraja Utara bertindak selaku PPK proyek tersebut.

“Sudah, orangnya (Yohana) sudah kita masukkan Rutan Makale, Kelas IIB Makale,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja, Jefri P. Makapedua melalui Kasi Pidsus Achmad Syauki.

Ditambahkan Achmad, eksekusi dilakukan setelah permohonan terpidana melalui Kasasi ditolak oleh Mahkamah Agung RepubIik Indonesia. Putusan tersebut diterbitkan tanggal 28 Agustus 2019 dengan No. 2562 K/Pid.Sus/2019.


Berikut Salinan Amar Putusan MA :
1. Menyatakan tidak dapat diterima permohonan kasasi dari pemohonan Kasasi I/ Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Tana Toraja tersebut;
2. Menolak permohonan kasasi dari pemohonan kasasi II/ Terdakwa YOHANA SARA RITHA, SE. M.Si tersebut;
3. Memperbaiki putusan pengadilan tindak pidana korupsi tingkat banding pada pengadilan Tinggi MakassarNomor 50/PID.SUS.TPK/2018/PT MKS, tanggal 17 Desember 2018 yang menguatkan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Makasar Nomor 108/Pid.Sus.TPK/2017/PN.Mks, tanggal 26 Juli 2018 tersebut mengenai pasal yang terbukti dan pidana yang dijatuhkan menjadi sebagai berikut :
1. Menyatakan Terdakwa YOHANA SARA RITHA, SE. M.Si, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “ Korupsi bersama-sama”
2. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa, dengan pidana penjara selama 4 (empat) tahun denda sebesar Rp.200.000.000,- (Dua Ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 (enam ) bulan. (Atj)


Advertisement
Advertisement

Facebook

Trending