Connect with us

Hukum & Kriminal

TSK Kasus Persetubuhan Anak di Toraja Diancam Penjara 15 Tahun

Published

on

TSK Kasus Persetubuhan Anak Dibawah Umur Dilimpahkan ke Kejaksaan
alterntif text

TODAY, MAKALE – Unit PPA Polres Tana Toraja melimpahkan dua orang TSK (Tersangka) berikut Barang bukti kasus Persetubuhan anak dibawah umur ke Kejaksaan Negeri.

Dua TSK ini yakni berinisial MM (19 tahun) berdasarkan Laporan Polisi Nomor :LPB/232/XII/2018/SPKT, pada 24 Desember 2018 yang terjadi di Kecamatan Nanggala, Kabupaten Toraja Utara. Kemudian TSK

GP (19 tahun) berdasarkan Laporan Polisi Nomor :LPB/02/I/2019/SPKT, pada 1 Januari 2019 yang terjadi di Kecamatan Rantepao.

Pelimpahan TSK dan Barang bukti diterima oleh JPU Kejaksaan Negeri Tana Toraja, Amanat Panggalo.

Dari hasil penyidikan Polisi, kedua TSK terbukti telah melanggar Pasal 81 Ayat 2 UU No 17 tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang RI Nomir 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-undang RI 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang.


“Ancaman minimal 5 tahun dan hukuman maksimal 15 tahun penjara,” ujar Kasat Reskrim Polres Tana Toraja AKP Jon Paerunan, diwakili Kanit PPA Bripka Matarru.

Dijelaskan Matarru, dari 9 kasus yang ditangani oleh Unit PPA Sat. Reskrim Polres Tana Toraja, sudah 7 berkas yang sudah tahap II Kejaksaaan atau P21.

“Kita tinggal merampungkan sisa 2 Laporan  Polisi untuk Kasus Persetubuhan anak dibawah umur yang masuk sampai bulan Februari 2019, setelah itu akan dilaksanakan P-21 dan tahap II,” jelasnya.

“Semoga dengan Penegakan hukum ini, kasus-kasus persetubuhan anak dibawah umur baim di Tana Toraja dan Toraja Utara bisa diminimalisir,” tambah Matarru. (*)



alterntif text

Advertisement


alterntif text

Advertisement

Facebook

Trending