Connect with us

Hukum & Kriminal

Ungkap Peredaran Narkotika di Toraja, BNN Amankan 2 Pelaku

Published

on

Kamar Kost RH di Tondon Makale

TODAY, MAKALE – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tana Toraja berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika antar Kabupaten Tana Toraja – Sidrap.


Dalam pengungkapan jaringan itu, BNN menangkap dua orang pelaku yakni RH dan RU. Selain itu, petugas juga menyita Narkotika Golongan I Jenis Shabu dengan berat 1,88 gram.

Kepala BNN Kabupaten Tana Toraja, AKBP. Dewi Tonglo mengatakan pengungkapan kasus yang dilakukan jelang tahun baru itu, bermula dari penangkapan RH di rumah kosnya di Kelurahan Tondon, Kecamatan Makale, Tana Toraja. Saat melakukan penggerebekan, petugas mendapati pelaku yang merupakan pedagang di Pasar Makale itu menguasai 1 paket yang berisi Narkotika Golongan I Jenis Shabu seberat 0,18 gram.

“Atas laporan dari masyarakat kemudian dilakukan penyelidikan dan pengolahan bahan keterangan terhadap target sasaran. Benar pelaku menguasai 1 paket Shabu,” kata Dewi yang memimpin langsung penggerebekan dalan rilis  kepada torajadaily.com, Rabu (9/1).

Ia menjelaskan RH yang dinterogasi Tim Pemberantasan BNNK Tana Toraja di TKP, mengaku bahwa barang bukti tersebut diperoleh dari temannya atas nama RU yang tinggal di Kabupaten Sidrap.

“Berdasarkan keterangan RH, Tim Pemberantasan melakukan pengembangan dan berhasil menangkap RU di Sidrap pada 2 Januari 2019. Dari tangan RU petugas menyita 1 paket Shabu dengan berat bruto 1,70 gram,” jelas Dewi.

Tidak berhenti pada RU, Lanjut Dewi, pihaknya kemudian melakukan pengembangan kasus tersebut dengan mengungkap asal Shabu di tangan RU.

Namun saat Tim Pemberantasan akan melakukan penangkapan terhadap AS, yang bersangkutan telah melarikan diri.

“BNNK Tana Toraja telah mengetahui identitas dan ciri-ciri AS dan akan terus melakukan pengejaran terhadap yang bersangkutan maupun terhadap jaringan lain yang menjadikan Toraja sebagai sasaran penjualan narkotika,” tegas Dewi.

Kini kedua pelaku yang berstatus tersangka mendekam di sel BNNK Tana Toraja untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tersangka diancam dengan Pasal 114 ayat (1) dan Pasal 112 (1) UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman minimal 4 Tahun Penjara.

“BNN Kabupaten Tana Toraja mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Toraja yang telah memberikan informasi untuk mengungkap kasus peredaran narkotika antar kabupaten ini,” tutup AKBP. Dewi Tonglo. (Atj)


Advertisement
Advertisement

Facebook

Trending