Connect with us

Today TV

VIDEO: Keluarga Besar Tongkonan Bamba Mohon Maaf Terjadi Kerumunan saat Ritual Ma’batang

Published

on

TODAY, MAKALE – Keluarga Besar Tongkonan Bamba memohon maaf atas kejadian kerumunan saat ritual Ma’batang, salah satu rangkaian dalam upacara Rambo Solo’, yang diselenggarakan beberapa waktu lalu.

Dimana, kejadian tersebut terekam kamera dan videonya tersebar di media sosial hingga viral.

Permohonan maaf disampaikan langsung oleh Rudhy Andi Lolo kepada seluruh masyarakat juga Pemerintah Kabupaten Tana Toraja, di Tongkonan Bamba, Kelurahan Batupapan, Kecamatan Makale, Sabtu (28/8) malam.

“Mewakili keluarga besar di Tongkonan Bamba, saya memohon maaf sebesar besarnya kepada seluruh masyarakat, Pemerintah Kabupaten Tana Toraja atas kejadian kerumunan yang terjadi di rumah kami berkaitan dengan rangkaian kegiatan adat orang tua kami Ma’batang,” tuturnya.

Atas kejadian tersebut, Rudhy mengatakan keluarga besar Tongkonan Bamba sangat menyesali. Meski pihak keluarga sudah berupaya mencegah serta menyiapkan protokol kesehatan di lokasi akan tetapi diluar dugaan kerumunan tak terhindarkan.

“Diluar dugaan kami, kami sangat menyesali. Hal inilah yang membuat kami keluarga resah dengan keadaan tersebut makanya saya mengambil keputusan hari itu juga pembubaran. Dan tidak ada kegiatan hari berikutnya berkaitan Bulangan Londong,” ungkapnya.

Soal video yang tersebar, Rudhy mengaku pihak keluarga resah dan tidak nyaman. Apalagi, dalam situasi pandemi Covid-19.

“Kami berharap kejadian ini pertama dan terakhir dalam keluarga. Ini yang saya bisa sampaikan, sekali lagi kami dari keluarga besar Tongkonan Bamba memohon maaf sebesar besarnya kepada kita semua,” tutup Rudhy.

Diketahui dalam video yang beredar Senin (22/8) nampak ratusan orang berkerumun menyaksikan ritual adat Ma’batang.

Salah satu kegiatannya, yaitu Bulangan Londong atau sabung ayam.

Namun, situasi ini dimanfaatkan oleh warga yang datang untuk melakukan judi hingga menimbulkan sorotan masyarakat. (Atjong)

alterntif text

Trending