Connect with us

Pemerintahan

Wabup Tana Toraja Zadrak Tombeg Resmikan 32 BTS

Published

on

Wabup Zadrak besama Kadis Kominfo Tinjau BTS di Lembang Salutandung

TODAY, SALUPUTTI – Wakil Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg resmikan 32 Base Transceiver Station (BTS), di kantor Lembang Salutandung, Kecamatan Saluputti, Tana Toraja, Selasa (5/11/2022).

Diketahui 32 BTS ini dibangun oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI melalui program Non 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) Tahun Anggaran 2022.

Menurut Zadrak 32 BTS ini merupakan realisasi janji Pemkab Tana Toraja untuk perluasan jangkauan jaringan internet hingga ke wilayah pelosok.

“Kita bersyukur jatah kita untuk BTS di Tana Toraja ini cukup signifikan yang merupakan salah satu kebutuhan utama yang sangat diperlukan oleh masyarakat. Dan tentunya ini juga merupakan janji saya bersama pak bupati kepada masyarakat untuk menambah jaringan seluler yang ada di Tana Toraja,” ujar Zadrak kepada sejumlah awak media.

Dengan adanya BTS ini, Zadrak berharap dapat membantu berbagai keperluan masyarakat yang berhubungan dengan komunikasi.

“Tentunya kita berharap dengan adanya jaringan seluler ini dapat mendukung kegiatan-kegiatan terutama sistem pelajaran yang ada disini, keagamaan, dan bisnis. Dan terimakasih untuk semuanya, terimakasih untuk semuanya masyarakat atas kesediannya yang ada disini,” kata Ketua DPC Gerindra Tana Toraja itu.

Seremoni peresmian 32 BTS dihadiri Kadis Kominfo Tana Toraja Berthy Mangontan, Camat Saluputti, Kepala Lembang Salutandung Max Mas Masau, serta para tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga setempat.

Berty mengatakan dari 32 BTS yang ada, baru 3 yang berfungi secara maksimal, yakni provider Smartfren, sementara provider indosat menyusul. Akan tetapi secara fisik pembangunan seluruh BTS sudah mencapai 90%.

Ia mengaku pembangunan 32 BTS tersebut memang tidak berjalan secara maksimal karena menemui kendala di lapangan.

“Rencananya memang di tahun 2022 ini semua harus berfungsi tetapi terkendala di penentuan titik lokasi, dan itu persyaratan dari pihak provider. Tapi kami akan terus mendesak mudah-mudahan dalam waktu dekat ini supaya masyarakat dapat menikmati,” ungkapnya.

Lebih jauh dijelaskan Berty, saat ini masih terdapat 21 lembang (desa) yang masih mengalami blank spot atau kondisi dimana suatu tempat tidak tersentuh atau tidak terlingkupi oleh sinyal komunikasi. Hadirnya 32 BTS ini mengurangi wilayah blankspot di Kabupaten Tana Toraja.

“Yang awalnya itu 53 lembang masih blank spot, tapi karena kita telah membangun 32 BTS jadi masih ada 21 lembang yang masih blank spot dan ini kita telah sampaikan ke pimpinan dan kementerian” terangnya.

“Dan ini masyarakat perlu tau pembangunan BTS ini tidak sepenuhnya ke masalah komersial karena yang kita harapkan itu asas manfaat yang bisa dinikmati oleh masyarakat,” imbuh Berty. (Devid)

Trending