Connect with us
alterntif text

Peristiwa

Warga Lembang Buakayu Tuntut 1 Miliar Royalti dari PT Malea

Published

on

TODAY, MAKALE – Puluhan warga Lembang Buakayu, Kecamatan Bonggakaradeng, Kabupaten Tana Toraja menggelar unjuk rasa damai, Kamis 9 Mei 2019.

Unjuk rasa dipimpin langsung Kepala Lembang Buakayu, Jonlie Sandakila’ itu dilakukan di tiga lokasi, diawali dari Kantor PT. Malea, DPRD Tana Toraja lalu Kantor Bupati Tana Toraja.

Menurut massa, Kehadiran PT Malea Energy Hidropower yang bersebelahan dengan wilayah Lembang Buakayu membawa dampak positif seperti pembukaan lapangan pekerjaan bagi warga. Namun pada sisi lain juga membawa dampak negatif bagi lingkungan seperti penyempitan sungai Sa’dan hingga mengakibatkan terjadi banjir apabila hujan deras turun.

“Apa yang kami khawatirkan terjadi belum lama ini. Banjir yang terjadi mengakibatkan daerah persawahan, perkebunan dan hutan di pinggir sungai longsor di Buakayu,” ungkap warga dalam pernyataan sikap yang ditandangani Kepala Lembang Buakayu.


Kepala Lembang Buakayu bertemu dengan Pihak PT Malea

Dalam peryataan sikap yang berisi 9 poin tuntutan, massa juga menuntut perusahaan yang terletak di Kecamatan Makale Selatan itu untuk membayar Royalti senilai Rp1 Miliar atas pengunaan nama “Malea”.

Warga keberatan penggunaan nama “Malea” karena itu merupakan nama salah satu Tongkonan di Lembang Buakayu. Selain itu, “Malea” juga salah satu serta nama RT di Lembang Buakayu.

Selain itu warga juga meminta jaminan bagi masyarakat yang terimbas dampak negatif dari perusahaan serta mengangkat warga Buakayu sebagai tenaga Humas.

Sementara itu, meski berlangsung damai namun unjuk rasa rasa ini mendapat pengawalan dari aparat Kepolisian. (Atj)


Advertisement
Advertisement

Facebook

Trending