Connect with us

Pemerintahan

Bupati Tana Toraja Galakkan Gerakan Sejuta Buku

Published

on

Suasana di Perpustakaan Daerah Tana Toraja

TODAY, MAKALE – Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung menggalakkan program Gerakan Sejuta Buku di daerah yang dipimpinnya.

Gerakan ini mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mendonasikan buku melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tana Toraja.

Baca juga:

Kumpulkan OPD dan Camat, Bupati Theofilus Instruksikan Ini

Bupati menjelaskan, Gerakan Sejuta Buku sebagai upaya Pemkab Tana Toraja meningkatkan minat baca dan budaya literasi dikalangan masyarakat khususnya generasi muda.

Selain itu guna membentuk SDM Tana Toraja yang unggul, profesional, kreatif, inovatif, bertanggung jawab dan memiliki informasi serta keterampilan (skill) dan ilmu pengetahuan yang baik dalam mencapai kesuksesan.

“Gerakan Sejuta Buku sejalan dengan visi misi Pemkab Tana Toraja “Toraja Bangkit, Produktif dan Tangguh Menyongsong Tatanan Kehidupan Baru. Serta memperbaiki fasilitas pendidikan dan meningkatkan mutu pelayanan belajar mengajar,” jelas Theofilus usai rapat bersama OPD dan Camat.

Tak dipungkiri, saat ini peran perpustakaan semakin meningkat sebagai sumber informasi, ilmu pengetahuan dan pusat kegiatan masyarakat.

Untuk itu, lanjut Theofilus, seiring meningkatnya kunjungan (Pemustaka) ke Perpustakaan daerah diperlukan fasilitas pendukung yang memadai dan lebih representatif.

“Perpustakaan ini perlu ditunjang dengan tersedianya koleksi/ buku dari berbagai disiplin ilmu dan buku-buku keterampilan serta terapan kearifan lokal,” kata Mantan Kepala Inspektorat Sulsel ini.

Gerakan Sejuta Buku ini telah tertuang dalam surat Bupati Tana Toraja Nomor 041/0256/IV/Setda.

Sementara Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tana Toraja Nirus Nicholas menyatakan kesiapan pihaknya menyukseskan program tersebut.

Ia mengungkap sampai saat ini sejumlah pihak telah mendonasikan buku. Dan, rencana gerakan sejuta buku akan segera dilaunching oleh Bupati.

“Kita sudah koordinasi dengan pak bupati, launching gerakan sejuta buku masih sementara diatur waktunya,” jelas Nirus.

Menurutnya, saat ini perpustakaan daerah ramai dikunjungi oleh lapisan masyarakat untuk menimba ilmu. Seperti kelompok Dasawisma yang datang membaca buku keterampilan cara sanggul kemudian dipraktekkan.

Selain buku keterampilan, buku tentang adat budaya Toraja juga paling banyak diminati masyarakat terutama generasi muda.

“Kami dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tana Toraja mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat mendukung gerakan sejuta buku. Bagi yang memiliki buku dapat didonasikan minimal 1 buku,” ajaknya. (*)

Trending